Proyek Hotmix di Perbatasan Lebeng Barat – Dempo Timur Terindikasi Korupsi

  • Bagikan

PAMEKASAN, MaduraPost – Realisasi proyek hotmix di Jalan Poros Kabupaten tepatnya di Dusun Pancor, Desa Dempo Timur, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur diduga dikerjakan tidak sesuai Rencana Anggaran Belanja (RAB) dan jadi sarana korupsi oleh pelaksana.

Berdasarkan dari pantauan Wartawan MaduraPost dilokasi, realisasi proyek yang berada di Jl. Raya penghubung antara Desa Lebeng Barat, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep dengan desa setempat tersebut sudah banyak yang mengelupas dan rusak parah.

Selain itu, realisasi proyek yang kurang lebih selesai pengerjaannya pada bulan November 2020 yang lalu itu, pada realisasinya diduga telah melabrak Undang-undang Nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan publik.

Sebab, di lokasi realisasi hotmix tersebut tidak terpampang papan informasi sebagai transparansi publik, sehingga tidak jelas berapa jumlah anggaran dan volumenya, serta siapa Kontraktor atau CV yang melaksanakannya.

BACA JUGA :  Diduga Peras Pemborong Proyek, Dua Oknum LSM di Sampang Terancam 9 Tahun Bui

Menurut Abd Syakur selaku Tokoh Masyarakat setempat memastikan, kalau dari realisasi proyek tersebut sudah banyak yang rusak parah.

“Padahal, kalau tidak salah mas, realisasi hotmix itu realisasinya atau pelaksanaannya pada bulan November 2020 yang lalu, setelah Pilkada atau Pilbup Sumenep kemaren, tapi sudah banyak yang rusak seperti itu,” kata Abdus (sapaan akrabnya) kepada Wartawan MaduraPost pada saat dihubungi via WhatsApp-nya, Rabu (17/2/2021).

Disoal kira-kira siapa pelaksana dari proyek tersebut, Abdus menjelaskan, kalau yang melaksanakan hotmix itu kalau tidak salah orang Sumenep.

“Tidak tahu pastinya mas, siapa pemilik proyek itu, cuma pada saat saya tanya ke salah satu pekerjanya waktu itu, mengatakan semuanya dari Sumenep,” tuturnya.

Kemudian disoal disebelah mana saja sepengetahuannya yang sudah rusak parah dan sejak kapan kira-kira rusaknya itu, serta seperti apa harapannya, ia Abdus mengatakan, kalau ada beberapa titik bagian yang sudah rusak parah.

BACA JUGA :  Miris ! Pelajar SMA di Sumenep Banyak Terlibat Penyalahgunaan Narkoba

“Ada beberapa yang sudah rusak parah mas, seperti ditanjakan sebelah baratnya rumah warga, di sebelah utaranya jembatan itu mas, tapi kalau yang sudah mengelupas banyak mas, dan kalau tidak salah sudah sebulan yang lalu rusaknya itu. Oleh karena itu, saya berharap kepada pihak terkait agar itu segera ditindaklanjuti atau diperbaiki, karena kalau tidak, saya yakin rusaknya itu akan tambah parah dan hancur,” pungkasnya.

Kemudian, menurut Ketua DPD Pemuda LIRA Pamekasan melalui salah satu Kabidnya Mastuki mengatakan, kalau realisasi proyek itu terindikasi dikerjakan tidak sesuai bestek dan hanya dikerjakan asal jadi saja.

“Setelah saya melakukan investigasi ke lokasi, saya menduga kalau dalam pelaksanaanya hanya dijadikan lahan atau sarana memperkaya diri sendiri oleh pelaksana dan korporet,” tukas Tuki kepada Wartawan media ini sehabis investigasi.

BACA JUGA :  JPU Kejari Sumenep Diduga Masuk Angin, Kasus Gedung Kesehatan Tak Kunjung Tetapkan Tersangka

Oleh karena itu, ucap Mastuki, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak Inspektorat dan penegak hukum.

“Agar proyek tersebut ditindaklanjuti, dan yang pasti, apa bila nantinya oleh pihak Inspektorat dan BPK ditemukan adanya kerugian negara dan adanya tindakan Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) yang pihak pelaksana dan korporet yang akan melaporkannya ke pihak berwajib,” ancam Mastuki yang merupakan Kabid Lingkungan Hidup Sumber Daya Alam & Energi DPD Pemuda LIRA Pamekasan.

Sampai berita ini ditayangkan, belum ada konfirmasi dari Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pamekasan Cahya Wibawa, sebab dihubungi melalui via WhatsApp-nya belum diresponnya.

(Mp/nir/rus)

  • Bagikan