Positif Covid-19, Bupati Sumenep Absen Ambil Piagam IGA

  • Bagikan

SUMENEP, MaduraPost – Bupati Sumenep Busyro Karim absen dalam menerima penghargaan Innovative Government Award (IGA) oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia di Jakarta.

Absennya Bupati Busyro, karena  ia terkonfirmasi positif Covid-19, dan menjalani isolasi di RS Surabaya.

Namun piagam diterima oleh Asisten Administrasi Umum Pemkab Sumenep, Agus Dwi Saputra, bersama Kepala Bappeda Sumenep, Yayak Nurwahyudi.

Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Yayak Nurwahyudi menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut serta melakukan akselerasi inovasi.

BACA JUGA :  1.875 Kasus TBC di Sumenep, Lebih Bahaya Mana Dengan Corona ?

Prestasi tersebut menunjukkan bahwa Pemkab Sumenep terus bekerja dengan baik. Juga pelayanan semakin cepat, transparan, efisien dan inovatif.

“Alhamdulillah kita sejajar dengan daerah-daerah yang selama ini selalu langganan menjadi Kabupaten/Kota Terinovatif. Inovasi ini menjadi sebuah semangat dan identitas bahwa melayani publik harus lebih cepat dan transparan,” tegas Yayak Nurwahyudi.

Sebelumnya, Kabupaten Sumenep meraih penghargaan Kabupaten Terinovatif pada ajang IGA tahun 2020 yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

BACA JUGA :  Wabup Pamekasan Bersama TNI-Polri Siapkan Sembako Penanggulangan Bencana

Kepastian penghargaan tersebut setelah pada Malam Puncak Anugerah IGA 2020 yang dilaksankan di Hotel Sultan Jakarta, Jumat (18/12/2020), Kabupaten Sumenep masuk 10 Besar Nasional.

Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian dan diterima langsung oleh Asisten Administrasi Umum Pemkab Sumenep, Agus Dwi Saputra.

Keberhasilan meraih penghargaan IGA 2020 ini telah melalui proses panjang yakni dengan mengirimkan 147 Inovasi Daerah kepada panitia IGA 2020 melalui aplikasi yang telah disediakan sejak bulan Juli lalu.

BACA JUGA :  Kota Tua Kalianget Akan Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya

Saat itu, Bupati Sumenep, Busyro Karim yang mempresentasikan Wirausaha Muda pada tanggal 5 November 2020 di hadapan para juri yang berasal dari Kementerian Dalam Negeri, Bappenas, Kementerian PAN dan RB serta banyak instansi lainnya di Jakarta. (Mp/red) 

 

  • Bagikan