SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
DaerahEkonomi & BisnisHeadline

Petani Tembakau minta Pemerintah Kabupaten Sampang Peduli

Avatar
×

Petani Tembakau minta Pemerintah Kabupaten Sampang Peduli

Sebarkan artikel ini

SAMPANG, Madurapost.id – Menjelang musim kemarau tahun ini suasana di pinggir Jalan Raya Omben, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang hampir setiap hari ramai oleh warga yang menjual bibit tembakau.

Abdullah, warga setempat yang merupakan salah satu penjual bibit tembakau khas Madura mengatakan, lebih memilih menempatkan bakal pohon ke tanah yang disekat plastik polybag berukuran kecil, dibandingkan menebarkan langsung pada media tanam lainnya.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

”Sekali tebar bisa mencapai 50.000 kantong plastik polybag. Saat ini, untuk harga per 1000 pcs tembakau kami jual Rp 25rb, harga tersebut akan berubah sewaktu – waktu melihat stok dan kebutuhan pembeli, ” kata Abdullah kepada Wartawan MaduraPost saat ditemui dipinggir Jalan Raya Pasar Omben. Jum’at (12/06/2020).

Baca Juga :  BPBD Sampang Siap Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Semeru

Dipaparkan lebih lanjut, ” Walaupun permasalahan kerap kali menghampiri petani tembakau saat panen tiba. Harga jual tembakau misalnya, dengan melimpahnya hasil panen, justru harga tembakau turun, keadaan yang sedemikian sering menghantui para petani tembakau,” jelasnya.

Terpisah, salah seorang petani setempat, Mamad mengatakan, masalah harga tembakau merupakan persoalan yang harus diselesaikan bersama kelompok – kelompok yang terlibat yang nantinya bisa berimbas pada kesejahteraan petani tembakau.

Baca Juga :  Paguyuban Pasteh di Sampang Deklarasikan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024, Optimis Menang Satu Putaran

“Selama ini yang menjadi penyebab turunnya harga saat panen adalah petani mencari pengepul, ” ujarnya.

Lebih lanjut Mamad mengatakan, kalau sandainya ada beberapa program Pemerintah yang dapat bekerja sama dengan para petani tembakau dalam menekan harga tembakau saat panen.

“Sesuai hukum ekonomi, semakin banyak barang maka harga akan turun, seandainya di Sampang ini ada pabrik rokok dan pihak pabrik bisa mengambil hasil panen petani tembakau ya mungkin bisa mensejahterakan petani tembakau, ” keluhnya.

Baca Juga :  Maltuful Anam : “SUTEKI” Harus Dihukum Maksimal, Alumni Siap Mengawal

Saat ini mungkin Petani sedikit trauma. Terlepas dari itu, ia mengakui kebutuhan bibit tembakau tahun ini tidak sebanyak tahun lalu.

“Ya mungkin karena ada corona ini mas, saya menduga, tahun ini mayoritas petani tembakau masih trauma. Pasalnya, pada musim tanam tahun 2019 lalu sebagian harga tembakau anjlok bahkan tidak laku di pasaran, ” tutupnya. (Mp/nir/ron/kk)

Baca berita lainya di Google News atau gabung grup WhatsApp Madura Post sekarang juga!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.