Scroll untuk baca artikel
Daerah

Pengembang Nasabah BNI Uji Kedewasaan Manajemen Pusat Soal Kasus Oknum Cabang Pamekasan

Avatar
519
×

Pengembang Nasabah BNI Uji Kedewasaan Manajemen Pusat Soal Kasus Oknum Cabang Pamekasan

Sebarkan artikel ini

 

SUMENEP, MaduraPost – Pengembang perumahan yang juga mitra Bank Negara Indonesia (BNI) menilai manajemen pusat BNI tengah diuji kedewasaannya dalam menangani dugaan persoalan yang melibatkan oknum pegawai BNI Cabang Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Kasus ini dinilai tidak hanya menyangkut individu, tetapi juga berpotensi mencederai kepercayaan nasabah terhadap institusi perbankan pelat merah tersebut.

Pemilik Perumahan Bukit Damai, Nanda Wirya Laksana, menegaskan bahwa prinsip solidaritas di lingkungan kerja seharusnya ditempatkan secara proporsional.

Menurut dia, solidaritas antarpegawai tidak boleh dimaknai sebagai upaya melindungi pegawai yang bermasalah.

“Prinsip solidaritas itu hanya berlaku untuk kinerja dan kemajuan perusahaan, bukan untuk melindungi oknum yang justru merugikan perusahaan,” kata Wirya kepada wartawan, Sabtu (10/1).

Wirya menuturkan, dalam dunia usaha, kepuasan pelanggan merupakan fondasi utama. Karena itu, jika terdapat sumber daya manusia (SDM) internal yang bermasalah, evaluasi harus dilakukan tanpa mempertimbangkan kedekatan emosional.

Baca Juga :  Petrokimia Gresik Promosikan Produk Unggulan Pertanian di Acara Kontes Sapi Sonok Madura

“Kalau di perusahaan kami, mau tidak mau, suka tidak suka, hubungan emosional dengan SDM yang bermasalah harus dikesampingkan. Rezeki perusahaan datang dari konsumen. Kalau kami tidak tegas, konsumen bisa meninggalkan kami,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa BNI bergerak di sektor jasa keuangan yang sangat sensitif terhadap isu. Di era digital, kata Nanda, persebaran informasi berlangsung cepat dan bisa menjadi ancaman serius jika tidak ditangani dengan bijak.

“Kalau manajemen BNI tidak peduli dengan isu-isu seperti ini, itu bisa menjadi bom waktu bagi internal BNI sendiri. Ini menyangkut harkat dan martabat nama besar BNI,” kata dia.

Baca Juga :  BREAKING NEWS : Kantor Bupati Bangkalan Digeledah KPK

Meski demikian, Wirya mengaku masih menaruh kepercayaan pada jajaran direksi BNI. Ia meyakini para pimpinan bank tersebut merupakan sosok-sosok terpilih yang mampu bersikap arif dalam menyikapi persoalan nasabah.

“Saya yakin direksi BNI adalah orang-orang yang bijak. Kalau ada problem yang menyangkut nasabah, seharusnya segera ditangani,” ujarnya.

Namun, Wirya menilai akan menjadi tidak masuk akal apabila persoalan tersebut dianggap sepele. Ia menyinggung kasus yang dialami seorang calon nasabah BNI bernama Firda, yang menurutnya sangat memprihatinkan.

“Kalau kejadian seperti yang menimpa Firda ini dianggap angin lalu, itu sudah tidak masuk akal. Peristiwanya sangat memilukan,” kata dia.

Dampak dari kasus tersebut, lanjut Wirya, mulai dirasakan langsung oleh pengembang. Sejumlah konsumen Perumahan Bukit Damai yang sebelumnya mengajukan pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melalui BNI akhirnya memilih memindahkan berkas ke bank lain.

Baca Juga :  Terindikasi Terjadi Penyimpangan, Proyek Pavingisasi di Desa Pamoroh Kadur Kini Menjadi Sorotan

“Kami berdiskusi dengan konsumen-konsumen lain. Mereka sepakat memindahkan berkas KPR ke bank lain karena muncul rasa takut akan diperlakukan sama,” ujarnya.

Menurut Wirya, keputusan konsumen itu merupakan sinyal kuat bagi BNI. Ia menilai langkah tersebut mencerminkan menurunnya rasa hormat dan kepercayaan nasabah terhadap perlakuan oknum pegawai bank kepada calon nasabah.

“Persetujuan pemindahan berkas itu adalah sinyal bagi BNI bahwa konsumen tidak respek dengan apa yang dilakukan oknum BNI terhadap Firda,” kata Wirya.

Ia berharap manajemen pusat BNI segera mengambil langkah tegas dan transparan agar kepercayaan publik tidak semakin tergerus.***