Lagi ! Bupati Sumenep Raih Penghargaan Smart Society

  • Bagikan
PRESTASI : Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, sat terima penghargaan dari Kekominfo RI. (Istimewa)

SUMENEP, MaduraPost – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, raih penghargaan Smart Society dari Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kekominfo RI).

Penghargaan yang diraih Pemkab Sumenep ini atas implementasi program smart city (Kota pintar) Katagori Smart Society Gerakan Menuju Smart City.

Pemkab Sumenep berhasil meraih penghargaan Smart Society untuk program pencegahan dan kesiap siagaan atas pelaksanaan penyediaan layanan nomor panggilan darurat Call Center 112, yang bebas pulsa dalam rangka melayani masyarakat.

BACA JUGA :  Lahir Tidak Normal, Bayi Berumur 15 Hari Ditelantarkan Orang Tuanya di RSUD Syarifah Ambani

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi mengatakan, penghargaan ini sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah untuk melakaukan inovasi program secara berkelanjutan, dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Penghargaan International Convention Exhibition (ICE) itu diterima Bupati Fauzi di BSD City Tanggerang, Selasa (14/12/2021). Bupati Fauzi berharap masyarakat bisa mengoptimlakan layanan berbasis digital ini.

Menurutnya, keberadaan Smart City salah satunya adalah layanan call center 112, bukan sekedar mengutamakan teknologi semata, tetapi bagaimana masyarakat memanfaatkan untuk melayani kebutuhannya secara maksimal.

BACA JUGA :  Kejaksaan Negeri Pamekasan Musnahkan Barang Bukti Narkoba Dan Rokok Ilegal

“Kami terus berupaya untuk melayani yang terbaik kepada masyarakat, sejalan Kabupaten Sumenep menuju kota cerdas (smart city), yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi,” kata Bupati Fauzi.

Penyerahan penghargaan dilakukan Direkur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo, Anang Latif kepada Bupati Fauzi pada acara Indonesia Smart City Conference.

Bupati Fauzi mengatakan, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dijajarannya harus melahirkan inovasi program melalui Smart City, sehingga tercipta kualitas pelayanan publik yang berkualitas.

BACA JUGA :  Akhirnya Nenek Dumiyah Punya e-KTP, Setelah Puluhan Tahun Hidup Sebatang kara Tanpa Bantuan Pemerintah

“Inovasi program hendaknya terus dilakukan setiap OPD untuk mengembangkan pembangunan sesuai dengan potensinya, supaya mampu meningkatkan daya saing daerah,” kata Bupati Fauzi menambahkan.

Sekedar informasi, untuk membangun kota pintar pemerintah harus memiliki ada enam pilar. Diantaranya smart governance, smart society, smart living, smart economy, smart environment, dan smart branding.

  • Bagikan