Daerah  

Penerima BPNT di Bangkes Kadur jadi Korban Keserakahan Oknum Pemdes

Avatar
Salah satu sembako BPNT yang diterima warga Desa Bangkes, Kadur. (Istimewa)

PAMEKASAN, MaduraPost – Carut marutnnya Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Bangkes, Kecamatan Kadur, Pamekasan, masih menjadi persoalan yang perlu ditangani serius oleh intasi terkait.

Pasalnya dalam penyaluran bansos yang seharunya diterima secara tunai oleh keluarga penerima mamfaat (KPM), masih digasak oleh oknum Pemdes yang rakus untuk kekenyangan sendiri.

Dalam regulasi penyaluran tersebut seharunya pihak Kantor Cabang Pembantu (KCP) Pos etempat, harus memastikan di area penyaluran tersebut tidak ada yang menyediakan sembako atau mengarahkan KPM untuk membeli sembako.

BACA JUGA :  Limbah Tambak Dibiarkan Membunuh Ekosistem, Pemkab Sumenep Bisa Apa ?

KPM bebas membelanjakan uang yang diterima dimana saja tanpa ada intervensi atau intimidasi dari siapapun.

Namun hal tersebut berbeda dengan penyaluran di Desa Bangkes KPM masih ditekan untuk membeli sembako yang telah disediakan.

Saat dikonfirmasi ke Kepala Dinas Sosial Pamekasan Mochammad Tarsun akan menindak tegas oknum desa yang masih menekan KPM untuk memebelanjakan uang yang diterima ke tempat tertentu.

BACA JUGA :  Aeng Banger: Sumber Mata Air di Sumenep Penyembuh Ragam Penyakit 

“Kami akan tindak tegas, siapapun mereka yang masih bermain-main dalam penyaluran BPNT,” kata dia .

Menyikapi persoalan tersebut LSM KPK Nusantara meminta Dinsos tidak hanya tegas berstatemen melainkan tegas dalam bertindak.

“Jagan hanya tegas berbicara, kami tidak tega mendengar keluhan KPM yang selama ini hanya jadi banjakan oknum,” kata Amsirudin

Selain itu di mengatakan bahwa selama ini pihak KPM Bangkes sering kordinasi, dan KPM meminta persoalan ini harus di tindak tegas

BACA JUGA :  Belum Diperbaiki, Warga Sabotase Jalan Poros Kabupaten yang Ambruk di Sokobanah

“Kita lihat nanti akan kemana arah nya nya persoalan BPNT desa Bangkes ini, jika kami KPM meminta untuk di laporkan, saya siapkan untuk mendampingi,” tegasnya.

Sebelumnya saat pencairan BPNT kertas yang dari kantor Pos lebih dulu di kumpulkan ke oknum yang pada saat itu standby di balai desa, lalu diberitahu bahwa uang tersebut harus dibelanjakan semabako yang telah disediakan.