Scroll untuk baca artikel
Berita

Pemkab Sumenep Siap Operasikan Mesin Daur Ulang Sampah Pertama di Jatim

Avatar
72
×

Pemkab Sumenep Siap Operasikan Mesin Daur Ulang Sampah Pertama di Jatim

Sebarkan artikel ini
ALAT. Potret mesin pengolah sekaligus pendaur ulang sampah yang akan digunakan di TPA Batuan, Sumenep. (Istimewa for MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, segera mengoperasikan mesin pengolah sekaligus pendaur ulang sampah yang berlokasi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batuan.

Menurut Deddy Surya, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep, mesin tersebut dijadwalkan mulai diuji coba pada akhir Januari tahun ini.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Awalnya, uji coba direncanakan pada akhir Desember, namun terkendala pasokan listrik.

Baca Juga :  Tentang Daun Emas, Nasib Petani Tembakau dan Pemerintah Daerah di 2024

“Karena kebutuhan listrik tidak mencukupi, PLN akhirnya menyediakan travo khusus untuk mesin ini,” ujarnya saat diwawancarai belum lama ini, Rabu (15/1).

Deddy menjelaskan, tujuan utama pengoperasian mesin ini adalah untuk mengurangi volume sampah yang telah melebihi kapasitas di TPA Batuan.

“Sampah di sini sudah overload. Harapannya, mesin ini bisa menjadi solusi yang efektif,” lanjutnya.

Baca Juga :  19 Desa di Kabupaten Sumenep Terindikasi Kasus Penyimpangan APBdes

Lebih dari itu, mesin ini dirancang tidak hanya untuk mengurai permasalahan sampah tetapi juga mendaur ulang limbah nonorganik untuk kebutuhan industri.

“Hasil daur ulangnya akan dijual ke PT Solusi Bangun Indonesia (SBI). Pendapatan dari penjualan ini akan masuk sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD), karena kerja sama antara Pemkab dan perusahaan tersebut telah dimulai sejak November 2024,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Terima Penghargaan dari Kemenkes RI, Dinkes P2KB: Kita Telah Bebas Frambusia

Sebagai satu-satunya mesin pengolah sampah di Jawa Timur, Deddy berharap keberadaannya membawa dampak positif bagi pengelolaan sampah di Sumenep, khususnya wilayah timur Pulau Madura.

“Mesin ini yang pertama di Jatim. Kami berharap masyarakat mendukung program ini demi manfaat yang lebih luas,” tutupnya.***