Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Pemenang Medali Perunggu Eksak Internasional Keluhkan Legalitas Pendidikan di Sampang

26
×

Pemenang Medali Perunggu Eksak Internasional Keluhkan Legalitas Pendidikan di Sampang

Sebarkan artikel ini

SAMPANG, MaduraPost – Pemenang medali perunggu Olimpiade Matematika tingkat internasional di India, Nadiyah (21) keluhkan fasilitas dan legalitas pendidikan di kabupaten sampang terhadap Mathur Husyairi DPRD Provinsi Jatim.

Wanita cantik asal Tamberru Laok kecamatan Sokobanah kabupaten Sampang itu saat ini aktif meningkatkan intelektual anak muda di kampung halamannya.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Penerima beasiswa S1 Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang itu mengeluhkan kesulitan dalam melengkapi legalitas yayasan khusus Olimpiade. Atau yayasan umum untuk wadah kaula muda yang ingin mengembangkan ilmu eksak.

Baca Juga :  Tingkatkan Inovasi Pendidikan, Disdik Sumenep Gelar Sosialisasi Aplikasi Penilaian Angka Kredit Online

“Saat ini yayasan yang dikelola orang tua belum lengkap izin-izinnya. Makanya saya minta minimal melalui anggota DPRD Jatim Mathur Husyairi untuk kelengkapan adminitrasi yayasan,” keluhnya saat bertemu Mathur Husyairi DPRD Provinsi Jatim di Tamberru Daya. Rabu (16/09/2020).

Anggota Komisi E DPRD Jatim Mathur Husyairi sangat baangga terhadap putra daerah yang masih memikirkan masa depan anak muda di kampung halamannya. Bahkan, Mathur akan membantu pengurusan izin ke Kementrian Hukum dan HAM.

Baca Juga :  Instruksi Dari Gubernur Jatim Denda Masker Rp. 150 Ribu Ternyata Hoax

“Saya akan bantu untuk legalitasnya, tahun 2020 saya pastikan bangunan sudah berdiri. Tapi adik Nadiyah harus komitmen dengan saya untuk memunculkan Nadiyah-Nadiyah selanjutnya,” harapnya.

Lanjut politisi partai PBB itu, Nadiyah akan dianggap gagal jika tidak bisa menularkan ilmunya kepada regenerasi. Itu adalah tanggung jawabnya selaku pemenang olimpiade internasional di India.

Baca Juga :  KH. Moh Tohir Zain; Kita Perlu Menjaga Tradisi, Tapi Bukan Tradisi Miskin

“Terjun ke lembaga-lembaga, izin pada guru dan tanyakan apakah ada murid yang suka ilmu eksak, jika ada lalu bina untuk melahirkan nadia-nadia yang baru,” ungkapnya. (Mp/Sur/rul)