Pemdes Kaduara Timur Optimis Bangun Wisata Pemandian Sumber Belerang

  • Bagikan

SUMENEP, MaduraPost – Memiliki destinasi wisata merupakan kebanggaan tersendiri bagi semua pelaku usaha. Apalagi yang mengembangkan adalah Pemerintah Desa (Pemdes).

Di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Pemdes Kaduara Timur, Kecamatan Pragaan, menyulap salah satu sumber mata air yang konon dapat menyembuhkan penyakit gatal-gatal menjadi destinasi wisata baru.

Wisata itu diberi nama “Pemandian Sumber Belerang” sebagai destinasi wisata yang nyaman untuk dikunjungi para wisatawan dari dalam dan luar Sumenep.

BACA JUGA :  Saat Hendak Menyeberang Jalan, Nenek 80 Tahun Dihantam Pengendara Motor Di Pasean

Camat Pragaan, Darussalam mengungkapkan, bahwa dirinya siap memberikan support untuk terbangunnya destinasi wisata itu. Sebagai bukti, dirinya telah berkunjung langsung ke lokasi wisata pemandian sumber belerang tersebut.

“Ini perlu kita dukung penuh baik di tingkat Kecamatan maupun Kabupaten, mereka (Pemdes Kaduara Timur, red) bekerja dengan serba keterbatasan baik dana maupun wawasan terkait kepariwisataan, tetapi semangat dan kemauan mereka sungguh luar biasa,” kata Darussalam, Jumat (12/2).

Pihaknya berharap, agar pengembangan wisata sumber belerang tersebut dianggarkan melalui Dana Desa (DD) pada tahun 2021 ini.

BACA JUGA :  Di Masa Pandemi, PAD Wisata di Sumenep Naik Hingga Rp 575 Juta

Menurutnya, pemandian sumber belerang itu merupakan potensi wisata yang sangat langka, bahkan hanya ada di Kabupaten Sumenep.

Sebab itu, guna menunjang pembangunan wisata tersebut, perlu dukungan dari semua pihak terutama Pemerintah Kabupaten.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Kaduara Timur, Prayitno mengatakan, pihaknya akan terus memperbaiki sarana prasarana wisata pemandian sumber belerang tersebut.

Hal itu dilakukan, agar para pengunjung alias wisatawan yang datang bisa lebih nyaman menikmati fasilitas yang tersedia dan terus bertambah.

BACA JUGA :  Maltuful Anam : "SUTEKI" Harus Dihukum Maksimal, Alumni Siap Mengawal

“Perlu diketahui, pemandian sumber belerang desa ini sejak dulu memang selalu ramai pengunjung. Mereka datang ke pemandian tersebut untuk mandi dan menikmati pemandangan yang masih asri,” cerita Prayitno.

Untuk diketahui, konon, air belerang yang keluar secara alamiah sejak tanggal 3 Mei 1962 itu dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit kulit.

(Mp/al) 

  • Bagikan