SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
DaerahPemerintahanPeristiwa

Pembangunan Fasilitas Wisata Hutan Kera Nepa Dianggarkan Rp 115 Juta

Avatar
×

Pembangunan Fasilitas Wisata Hutan Kera Nepa Dianggarkan Rp 115 Juta

Sebarkan artikel ini

SAMPANG, MaduraPost – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Sampang berencana akan membangun fasilitas atau wahana Out Bond, dan Sarana prasarana permainan air di lokasi wisata Hutan Kera Nepa, Desa Batioh, Kecamatan Banyuates.

Anggaran yang dialokasikan dalam program tersebut Rp 115 juta yang bersumber dari Pagu Indikatif Kecamatan (PIK) Banyuates 2020.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Camat Banyuates Fajar Sidik mengatakan, program pembangunan wahan bermain di lokasi wisata Hutan Kera Nepa merupakan usulan dari masyarakat, Mengingat sampai saat ini fasilitas bermain di wisata tersebut minim dan belum memadai.

Wahana Out Bond yang akan dibangun itu berupa sepeda layang. Sementara untuk permainan air itu berbentuk banana boat.

Baca Juga :  Realisasi Program Setengah Miliar Masker, 20 Desa di Pamekasan Salurkan Masker Gratis Kepada Masyarakat

“Pembangunan wahana Out Bond dianggarkan Rp 90 juta, Sisanya Rp 25 juta untuk pengadaan Banana Boat,” kata Fajar, Rabu (15/1/2020).

Manurut Fajar, program pembangunan wahana bermain di lokasi wisata Hutan Kera Nepa sudah direncanakan sejak 2018 lalu, Namun, rencana tersebut tidak bisa terlaksana lantaran saat itu dana PIK Banyuates minim.

“Program yang kami rencanakan ini sesuai dengan konsep pengembangan wisata yang dimiliki Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Sampang,” katanya.

Baca Juga :  Pemkab Bangkalan Pangkas Anggaran Program PBID Tahun 2020 Mencapai Rp 2 M

Pembangunan wahana Out Bond dan permainan air di wisata tersebut menyesuaikan dengan venue yang ada. Yakni pemandangan Hutan alam dan pantai yang eksotis. Tujuannya wisata itu bisa semakin menarik dikunjungi wisatawan.

Selain penambahan fasilitas bermain. Lanjut Fajar, pemkab juga akan memasang 20 titik lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang akses masuk menuju lokasi wisata.

“Dengan penambahan fasilitas itu, Diharapkan jumlah kunjungan wisatawan ke Hutan Kera Nepa bisa lebih meningkatkan. Baik wisatawan domestik maupun mancanegara,” ucapnya.

Sementara itu, Sekertaris Komisi IV DPRD Sampang, Nurul Huda mengatakan, pembangunan wahana atau fasilitas bermain di wisata Hutan Kera Nepa sudah seharusnya dilakukan. Mengingat tempat wisata tersebut merupakan salah satu Visit wisata yang dimiliki Kota Bahari.

Baca Juga :  FIF Dinyatakan Tidak Bersalah Tarik Motor, Begini Hasil Gugatan Nasabah Leasing yang Ditolak

Program itu bagus untuk mendongkrak jumlah kunjungan wisata ke Sampang. Politikus Partai Demokrat itu berharap agar pemkab tidak hanya fokus pada penambahan fasilitas bermain saja. Melainkan bisa mengembangkan pengolalan wisata melalui kebudayaan yang ada.

“Karena wisatawan bukan hanya mau liburan, Mereka juga ingin tahu tentang kebudayaan masyarakat Madura, khususnya di Sampang,” pungkasnya. (mp/zen/rul)

Baca berita lainya di Google News atau gabung grup WhatsApp sekarang juga!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.