Daerah  

Pelayanan Prima Kemenag Sumenep, Sebentar Lagi Ada Pendaftaran CJH Khusus Warga Kepulauan

Avatar
WAWANCARA. Kepala Kemenag Sumenep, Chaironi Hidayat, saat diwawancara eksklusif MaduraPost di ruang kerjanya. (M. Hendra. E)

SUMENEP, MaduraPost – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, memiliki terobosan baru soal pelayanan kantor cabang pendaftaran calon jamaah haji (CJH). Selasa, 15 Maret 2022.

Kantor cabang pendaftaran CJH tersebut akan diaktifkan di Kepulauan Kangayan. Rencana ini hasil konsep dari Kepala Kemenag Sumenep, Chaironi Hidayat.

“Awalnya saya melihat informasi dan memang faktanya seperti itu, bahwa jamaah haji kepulauan banyak yang mendaftar haji ke jawa, diketahui yang terbanyak di Situbondo,” kata Chaironi, saat diwawancara MaduraPost di ruang kerjanya, Selasa (15/3).

Menurutnya, tidak hanya sekedar wacana dan rencana, masyarakat kepulauan Sumenep nantinya akan menikmati pelayanan prima tersebut.

Pihaknya mengakui, jika sebelumnya saat dirinya masih bertugas di Situbondo, banyak CJH yang ada kepulauan Sumenep melakukan mutasi kependudukan.

Disana, para warga asli kepulauan Sumenep ini pindah domisili terlebih dahulu menjadi penduduk Situbondo dan mendaftar sebagai CJH kabupaten tersebut.

Akan hal itu, Chaironi kemudian berinisiatif bagaimana seandainya ada tempat pendaftaran haji yang dikhususkan bagi warga kepulauan Sumenep.

BACA JUGA :  Tumpukan Sampah Membusuk di Bira Tengah, DLH Sampang; Harus Ada Kesadaran Dari Masyarakat

“Kebetulan kemarin berbarengan ada tamu dari Direktorat Pelayanan Haji dan Umroh (PHU) Kemenag Pusat. Kami diskusikan terkait pembukaan tempat pendaftaran khusus warga kepulauan. Ternyata ada lampu hijau dari Kemenag Pusat,” kata pria yang baru satu bulan menjabat sebagai Kepala Kemenag Sumenep ini.

Dia menerangkan, telah melakukan koordinasi bersama jajaran Kemenag setempat untuk mempersiapkan beberapa sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

“Setelah ini akan kami lakukan langkah-langkah strategis untuk menuju ke sana. Steep by steep tentunya, ya mudah-mudahan dalan jangka dua sampai tiga bulan ke depan kita sudah buka layanan tersebut,” kata dia menjelaskan.

Demi membuktikan gerak cepat sebagai terobosan Kepala Kemenag Sumenep yang baru, Chaironi mengungkapkan, per hari ini sudah mulai mempersiapkan segala sesuatunya.

“Karena Kabupaten Sumenep ini beda dengan daerah-daerah yang lain. Misalnya saja warga Pulau Kangayan, jika sudah sampai pada musim yang kurang bersahabat, masyarakat harus bertaruh nyawa sungguhan menyebrangi laut,” cerita Chaironi pada pewarta.

BACA JUGA :  Hari Ini Puskesmas Guluk-guluk Kembali Dibuka

Alasan inilah yang kemudian menjadikan terobosan baru Kemenag Sumenep harus membuka kantor cabang CJH khusus warga kepulauan, sebab pelayanan prima bagi warga Sumenep diharapkan menyeluruh baik daratan maupun kepulauan.

Mengapa harus Pulau Kangayan ? Chaironi menerangkan, pulau tersebut merupakan salah satu Pulau terbesar yang ada di Sumenep.

Diketahui, pulau ini relatif terjangkau dari diantara pulau yang lain. Terdiri dari 2 kecamatan, diantaranya Kangayan dan Arjasa.

“Jadi misalnya dari Raas, Sapudi, Sapeken, itu lebih mudah menjangkau Pulau Kangayan, dari pada harus ke pusat yang ada di Kantor Kemenag Sumenep,” ujarnya.

Untuk operator sementara yang akan bertugas di kantor kepulauan tersebut, Chaironi menyebut, akan mengirimkan pegawai dari Kantor Kemenag Sumenep.

“Tempatnya yang jelas akan ditaruh di Kantor Urusan Agama (KUA) setempat yang ada di Pulau Kangayan. Nanti infrastrukturnya seperti alat pengolah data, fasilitas internet, akan kami sediakan dari kantor pusat disini,” kata dia menguraikan.

BACA JUGA :  Pemuda LIRA Pamekasan Datangi Korban Kebakaran Beri Bantuan Uang Tunai

Untuk awal, para operator yang hendak ngantor di KUA pulau tersebut nantinya akan dilakukan training sebelum akhirnya merekrut warga asli Pulau Kangayan menjalankan pelayanan prima itu.

“Sembari kita ajari teman-teman operator asli warga disana. Karena kalau operatornya langsung mengambil warga disana tanpa dilakukan pembinaan pastinya kewalahan. Makanya sementara kita kirim operator dari Kemenag Sumenep untuk kesana,” kata Chaironi menjelaskan.

Ke depan, pihaknya akan memprioritaskan operator layanan CJH khusus kepulauan adalah warga asli Pulau Kangayan. Dia mengaku sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui Kantor KUA setempat.

“Sosialisasi ini juga sudah kami jalankan melalui sosial media (Sosmed) seperti Youtube yang di kelola langsung oleh Kemenag Sumenep,” katanya.

Chaironi berharap, agar layanan CJH khusus warga kepulauan ini lebih di kedepankan dan dipermudah, sehingga program pelayanan prima tersebut bisa tercapai dengan baik.

“Tentunya terlebih untuk menarik minat masyarakat saat mendaftar haji,” kata dia lebih lanjutnya.