Muhammadiyah Gelar Vaksinasi Massal Selama 12 Bulan di Sumenep

  • Bagikan
VAKSINASI : Salah satu siswa saat melakukan vaksinasi. (Istimewa)

SUMENEP, MaduraPost – Demi memutus mata rantai sebaran Covid-19 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, program vaksinasi gencar dilakukan beberapa lembaga.

Salah satunya Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerjasama dengan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) dan Kemenkes RI.

Vaksinasi itu berlangsung di SMA Muhamamdiyah Sumenep, Jalan Urip Sumoharjo Nomor 14, Mastasek, Desa Pabian, Kecamatan Kota.

Pelaksana vaksinasi tersebut yakni Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sumenep bersama Polres Sumenep.

Vaksinasi tersebut dilakukan secara massal untuk masyarakat di Indonesia selama 12 bulan. Dimulai sejak bulan September 2021 hingga Agustus 2022 mendatang.

“Dari dua tujuan itu kemudian melahirkan tiga program kerja MCV yang pertama adalah vaksinasi massal Covid-19 Muhammadiyah Untuk Semua, kedua sentra vaksinasi Covid-19 di rumah sakit atau Klinik Muhammadiyah & Aisyiyah. Ketiga, penguatan ICU Covid-19 di rumah sakit Muhammadiyah & Aisyiyah”, terang Agus Kunadi, perwakilan MPKU PP Muhammadiyah, Minggu (21/11).

BACA JUGA :  Dua Orang PDP Covid-19 Asal Bangkalan Meninggal Dunia

Menurutnya, vaksinasi massal Covid-19 Muhammadiyah Untuk Semua tersebut memiliki target sasaran wilayah sejumlah 62 Kota atau Kabupaten dari 26 Provinsi yang capaian vaksinasinya masih rendah.

Capaian target dari vaksinasi massal ini minimal mencapai 200.000 sasaran per dosis hingga Agustus 2022 mendatang.

“Vaksinasi massal Covid-19 Muhammadiyah Untuk Semua melibatkan mitra penyelenggara vaksinasi di Muhammadiyah, yakni PWM dan PDM, pengurus wilayah Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC), perguruan tinggi Muhammadiyah, dan sekolah Muhammadiyah di seluruh Indonesia,” jelasnya.

BACA JUGA :  Politisi Gerindra : Masyarakat Pamekasan Hanya Disuguhi Penghargaan Bupati

Agus Kusnadi menerangkan, program sentra vaksinasi Covid-19 tersebut diwujudkan melalui jalinan kerjasama dengan 20 rumah sakit atau klinik Muhammadiyah dan Aisyiyah.

“Proram yang terakhir adalah penguatan ICU Covid-19 di rumah sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah ini akan dilakukan pada 30 rumah, termasuk kemampuan manajerial untuk memberikan perawatan berkualitas bagi pasien Covid-19 berdasarkan pedoman nasional dan pengetahuan,” paparnya.

Utamanya, kata dia, capacity building rumah sakit perlu ditingkatkan, demi memberikan perawatan intensif, dengan tetap mempertahankan kegiatan lain seperti vaksinasi, program reguler, promosi kesehatan, dan memastikan keselamatan para petugas kesehatan.

BACA JUGA :  Begini Kontruksi Proyek Dana Desa yang Bisa Bikin Kepala Desa Cepat Naik Haji

Terpisah, Ketua PDPM Sumenep, Moh. Yasin mengatakan, bahwa kegiatan vaksinasi massal tersebut sebagai wujud kepedulian Muhammadiyah dalam membantu percepatan herd immunity di seluruh Indonesia terutama di Kabupaten Sumenep.

Pihaknya mengungkapkan, Muhammadiyah merupakan unsur pembantu pimpinan persyarikatan yang diberikan tugas sebagai penyelenggara amal usaha, program, dan kegiatan pokok dalam bidang kesehatan sesuai dengan kebijakan Pimpinan Persyarikatan masing-masing tingkat.

Kegiatan vaksinasi tersebut akan berlangsung selama 3 hari di SMA Muhammadiyah Sumenep, berlaku bagi warga persyarikatan Muhammadiyah dan untuk umum.

Dilanjutkan pada tanggal 27 hingga 28 November 2021 mendatang, vaksinasi massal itu akan berlanjut di Pulau Kangean.

  • Bagikan