Akhir Tahun 2021 Patung ‘Kuda Terbang’ Simbol Sumenep Kembali Rusak, Netizen : Pertanda ?

  • Bagikan
Patung 'Kuda Terbang' Sumenep nyungsep alias rusak diterpa angin dan hujan ekstrim. Terlihat petugas menurunkan kondisi patung yang rusali tersebut. (Istimewa)

SUMENEP, MaduraPost – Melihat simbol patung ‘Kuda Terbang’ di alun-alun Jalan Raya Kota, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, rusak serta hampir roboh dan jatuh sepertinya bukan kali pertama. Umumnya yang melihat masyarakat Sumenep sendiri.

Patung ‘Kuda Terbang’ berwarna keemasan tersebut sudah sering mengalami perbaikan. Sebelum yang baru-baru ini viral kembali, terlihat simbol Sumenep itu hampir jatuh dan nyungsep kebagian depan, beberapa tahun silam patung ini nampak hanya rusak dibagian sayap yang patah.

Untung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep dalam hal ini Dinas Perumahan Rakyat Kawasan dan Permukiman (PRKP) dan Cipta Karya sigap. Hal itu terjadi pada tahun 2020 silam, dan langsung dilakukan perbaikan.

Dalam kondisi yang sama yakni musim penghujan, akhir tahun 2021 ini patung ‘Kuda Terbang’ kembali alami kerusakan. Namun, kali ini bisa dikatakan yang paling parah, sebab posisi patung ‘Kuda Terbang’ yang berada di pusat jantung Kota, simpang empat Jalan Trunojoyo-Sumenep tersebut dengan kondisi bersujud ke arah bawah tugu tembok kurang lebih 10 meter bercorak gambar jamasan keris hampir roboh.

BACA JUGA :  Peristiwa Dugaan Pembacokan Resmi Dilaporkan ke Polsek Waru 

Mirisnya, pada situasi ini patung tersebut lagi-lagi diduga sudah termakan usia dalam bahan konstruksinya, atau pembuat patung sendiri yang asal-asalan mengolahnya.

Menanggapi rusaknya patung simbol Sumenep tersebut, beberapa netizen tak henti-hentinya membulli Kabupaten ujung timur Pulau Madura ini. Mulai dari cacian hingga pelaksana kontrak dengan si pembuat patung ‘Kuda Terbang’ itu sendiri.

“Sepertinya itu barusan yang diperbaiki, eh nyungsep lagi,” tulis netizen di sebuah grup WhatsApp, Minggu (21/11).

“Kuda terbang Sumenep mau jatuh, pertanda apa ?,” tanya salah satu netizen lain.

“Itu pekerjanya yang buat asal-asalan. Kok sering rusak, setiap musim hujan rusak, anggaran lagi dong,” cetus netizen sindir Dinas terkait.

Rusaknya patung ‘Kuda Terbang’ Sumenep sudah terlihat pada Jumat, 19 November 2021 kemarin saat hujan melanda Bumi Sumekar. Dilanjutkan pada Sabtu, 20 November 2021 kemarin, seharian hujan lebat beserta angin kencang kembali mengguyur Sumenep.

Dari sini, posisi patung sendiri sudah mulai roboh ke arah bawah. Para netizen berhasil mengabadikan momen tersebut, mulai dari bentuk foto hingga video dan disebar diberagam media sosial (Medsos), utamanya grup WhatsApp.

BACA JUGA :  Pasar Anom Sumenep Kembali Alami Kebakaran

Selang hujan mereda, Sabtu sore, petugas Dinas terkait nampak terlihat tengah menurunkan patung
‘Kuda Terbang’ itu menggunakan alat seadanya dan cara manual. Video diturunkannya patung ‘Kuda Terbang’ ini kembali viral di Medsos.

Beragam komentar pedas dan nyinyiran dari netizen kembali mengguyur layaknya hujan menerpa Sumenep. Akhirnya Kepala Dinas PRKP dan Cipta Karya Sumenep, Moh. Jakfar, angkat suara. Sayangnya, pihaknya malah merespon pasrah.

Dengan jawaban dan nada lesu, Jakfar mengaku pasrah dan ikhlas terhadap pihak yang memberikan kritik dan cacian yang dialamatkan kepada pihak instansinya maupun secara personal.

“Yang membuat (patung sumekar, red) itu bukan saya, karena rusak dan kondisinya begitu, ya harus diperbaiki,” kata Jakfar saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp-nya pada sejumlah media baru-baru ini.

Menurut Jakfar, rusaknya patung ‘Kuda Terbang’ bukan lantas kesalahan seluruhnya berada pada dirinya. Setengah hati, seolah ia juga hendak menyindir mantan Kepala Dinas PRKP dan Cipta Karya sebelumnya yakni, Bambang Irianto, yang saat ini tengah menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep.

BACA JUGA :  Kembali Terjadi Kecelakaan Lalu Lintas di Akses Suramadu, Kini Antara Inova Vs Honda Beat

“Yang paling bertanggung jawab atas pembuatan patung (Kuda Sumekar atau Kuda Terbang, red) keemasan yang selama ini dijadikan lambang Kabupaten Sumenep,” ucapnya.

“Yah takdir saya jadi bagian perbaikan-perbaikan dan kadang kena caci. Tidak apa-apa, bismillah melayani adalah tugas kami,” timpal Jakfar.

Diketahui, patung ‘Kuda Terbang’ Sumenep memang menjadi logo Pemkab setempat. Dengan lambang perisai warna hijau yang didalamnya ada gambar kuda terbang berwarna kuning corak keemasan. Sementara dalam sejarah, kuda terbang sendiri adalah hewan peliharaan yang ditunggangi oleh Joko, seorang pahlawan yang kesohor dimasanya. ‘Joko’ bersama kuda terbangnya yang bernama ‘Tole’ dalam cerita rakyat adalah pendekar yang menjaga Keraton Sumenep. Hingga terkenal dengan sebutan ‘Jokotole’.

  • Bagikan