Scroll untuk baca artikel
Daerah

MBG Ramadhan Disorot, Warga Probolinggo Pertanyakan Kelayakan Menu

Avatar
×

MBG Ramadhan Disorot, Warga Probolinggo Pertanyakan Kelayakan Menu

Sebarkan artikel ini
Paket makanan yang diproduksi Dapur MBG Sumberkedawung dan disalurkan melalui sekolah di wilayah Pondokwuluh disebut berisi dua potong jagung rebus, satu buah apel, serta beberapa butir edamame dalam kemasan plastik transparan. (Solihin)

PROBOLINGGO, MaduraPost – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadhan di Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, menuai sorotan. Warga Desa Kerpangan mempertanyakan kualitas dan kelayakan bahan pangan yang dibagikan kepada penerima manfaat.

Paket makanan yang diproduksi Dapur MBG Sumberkedawung dan disalurkan melalui sekolah di wilayah Pondokwuluh disebut berisi dua potong jagung rebus, satu buah apel, serta beberapa butir edamame dalam kemasan plastik transparan.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Sorotan muncul setelah ditemukan bercak kehitaman pada bagian apel yang dibagikan. Dokumentasi yang diterima redaksi menunjukkan kondisi buah yang dinilai kurang segar.

Baca Juga :  Sudah Ditutup Paksa, Caffe Karaoke di Paiton Nekat Buka Kembali

Salah seorang warga Desa Kerpangan mengatakan momentum Ramadhan seharusnya menjadi perhatian khusus dalam menjaga kualitas bahan pangan.

“Ini bulan Ramadhan. Harusnya kualitasnya benar-benar dijaga. Jangan sampai makanan yang dibagikan justru menimbulkan keraguan,” ujarnya.

Secara kandungan gizi, jagung merupakan sumber karbohidrat dan serat, edamame mengandung protein nabati dan mikronutrien, sementara apel kaya vitamin dan antioksidan. Namun demikian, nilai gizi tidak hanya ditentukan oleh komposisi, melainkan juga kesegaran, kebersihan, dan keamanan konsumsi.

Baca Juga :  CDK Kehutanan Gelar Vaksinasi Booster dan Bagi-bagi Bibit Produktif

Sejumlah tokoh masyarakat meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan di dapur penyedia, termasuk mekanisme seleksi bahan sebelum didistribusikan.

Mereka menilai aspek quality control dan keamanan pangan menjadi elemen krusial dalam program pangan publik, terlebih di bulan puasa ketika kondisi fisik masyarakat membutuhkan asupan yang aman dan layak.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara terkait standar pemeriksaan bahan pangan maupun prosedur distribusi MBG selama Ramadhan.

Baca Juga :  Warga Hentikan Paksa Pengerjaan Perbaikan Tugu di Probolinggo

Warga berharap polemik ini dapat dijawab secara terbuka. Jika terdapat kekurangan, pembenahan diminta dilakukan secara cepat dan terukur. Jika telah sesuai standar, publik juga berharap ada penjelasan transparan untuk mencegah spekulasi.

Program sosial, menurut warga, tidak hanya soal distribusi, tetapi juga mutu dan tanggung jawab dalam pelaksanaannya.***