Mayoritas Proyek DAK Disdikbud Pamekasan Abaikan Papan Informasi

  • Bagikan
Salah satu sampel SDN Tlontoraja VI, Kecamatan Pasean, yang dapat proyek DAK, dalam pengerjaannya tidak disertai papan informasi. (dok Madura Post)

PAMEKASAN, MaduraPost – Mayoritas proyek dana alokasi khusus (DAK) di 30 lembaga sekolah dasar negeri (SDN) di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayan (Disdikbud) Pamekasan, Jawa Timur, mengabaikan papan informasi proyek.

Padahal aturan tersebut tidak boleh dikesampingkan, sebab meski hal sederhana, tidak sedikit pelaku proyek enggan melengkapi papan informasi proyek. Seperti proyek yang dikerjakan di SDN Tlontoraja VI Kecamatan Pasean, SDN Waru Barat VII Kecamatan Waru, dan SDN Sumber Waru II Kecamatan Waru.

Ketua Forum Pemuda Pantura Burhanuddin Maulana mengatakan, pelaku proyek yang mengabaikan papan informasi cenderung bermental tidak terbuka kepada publik. Artinya ada hal yang terkesan dirahasiakan.

BACA JUGA :  Sekolah Tangguh SMAN 1 Ketapang Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

“Apa susahnya kalau menyertakan identitas proyek di papan informasi, hanya pekerjaan mudah ini, sering diabaikan,” kata Burhanuddin kepada MaduraPost, Rabu (8/9).

Meski demikian, ia meminta kepada pemerintah agar tidak diam dalam persoalan yang sederhana ini. Minimal mereka diberi peringatan, agar tidak mengabaikan papan informasi. Sehingga masyarakat mengetahui identitas dan anggaran proyek yang dikeluarkan pemerintah.

Sebelumnya, Disdikbud Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, akan merehab 30 ruang kelas di tahun 2021 dengan menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK)

BACA JUGA :  Disdik Sumenep Keluarkan SE Tentang Pelaksanaan Pondok Ramadhan di Masa Pandemi

Kepala Seksi Kelembagaan, Disdikbud Pamekasan, Amrul Wasiq, membenarkan data dan informasi tersebut. Hanya saja ia tidak terlalu merinci nominal anggaran per kelas yang direhab.

Alasannya proses pembangunan tersebut sudah terlelang dan tersistem di Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Sekkab Pamekasan.

“Yang jelas ada 30 sekolah dasar yang akan mendapatkan rehab ruang kelas baru pada tahun ini,” kata Amrul kepada MaduraPost, Senin (28/6).

Menurutnya, besaran angaran masing-masing sekolah bervariatif. Bergantung dari kerusakan masing-masing ruang kelas.

BACA JUGA :  Cerita Mahfud MD Pernah Tak Lulus Tes CPNS Malah Jadi Menteri

“Untuk besaran angaran tergantung dari kerusakan dan semua anggaran tersebut sumber danaya dari DAK,” ujarnya.

Amrul berharap dengan adanaya program rehabilitasi tersebut, pihak sekolah baik guru maupun siswa, dapat merasakan fasilitas baru layaknya rumah sendiri.

“Dan yang paling utama mampu meningkatkan etos dalam proses belajar dan mengajar. Subtansinya dengan adanya sarana dan prasarana ini sekolah mampu meningkatkan proses belajar mengajar dan bisa membuat nyaman seperti rumah kedua bagi mereka,” harapnya.

  • Bagikan