Lima Tahun Mangkrak, Bangunan UPT Dinas Pendidikan di Palengaan Jadi Rumah

  • Bagikan

PAMEKASAN, MaduraPost – Realisasi rehabilitasi bangunan Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Kecamatan Palengaan tepatnya di Desa Potoan Laok, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura Jawa Timur dibiarkan mangkrak.

Pasalnya, kurang lebih sejak 5 tahun silam, realisasi rehabilitasi pada bangunan tersebut sampai saat ini dibiarkan mangkrak begitu saja, sehingga saat ini menjadi sorotan elemen masyarakat, terutama pada warga di sekitar bangunan.

Salah seorang warga setempat, kepada Wartawan Media ini menuturkan, kurang lebih sejak lima tahun belakangan ini, dari dalam gedung itu sering terjadi hal-hal aneh dan menakutkan, seperti sering terdengar suara tangisan dan bunyi-bunyi lain tidak wajar dan tentunya membuat warga setempat tidak tentram karena merasa takut.

BACA JUGA :  Diduga Ada Motif Lain Dibalik Kebakaran TPA Angsanah

“Akan tetapi mas, terlepas dari itu semua, bangunan itu tentunya banyak menghabiskan uang negara yang pastinya uang rakyat juga, tapi kalau seperti itu rakyat yang rugi. Coba masnya sekarang lihat, sudah banyak temboknya yang sudah retak dan ditumbuhi pepohonan. Maka oleh karena itu saya minta tolong hal ini ditindaklanjuti mas,” pintanya kepada Wartawan MaduraPost.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan Ach Zaini kepada Awak Media berdalih, kalau terkait pembangunan bangunan itu bukan ranah Disdik Pamekasan.

“Sebab yang membangun bangunan tersebut dari Provinsi, akan tetapi kami akan kroscek dulu di aset daerah, sebab itu jauh sebelum saya menjabat Kadisdik,” ucapnya.

BACA JUGA :  Curi Sepeda Motor, Warga Sumenep Ditangkap di Pamekasan

Terpisah, menyikapi apa yang telah disampaikan Kadisdik tersebut, Abdus Marhaen Salam yang sejatinya merupakan seorang aktivis pemerhati kebijakan di Pamekasan sangat menyayangkan. Bahkan ia mengatakan, apa yang disampaikan oleh Kadisdik itu justru terkesan lucu dan acuh tak acuh terhadap bangunan yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya.

“Toh meskipun yang membangun atau anggarannya itu dari Provinsi, tapi saya rasa tidak mungkin tidak ada campur tangan dari Disdik Pamekasan, tidak mungkin pihak Provinsi langsung tiba-tiba membangunnya tanpa ada koordinasi dan persetujuan Pemkab atau pihak Disdik disini,” pungkasnya, Jum’at (15/01/2021).

BACA JUGA :  Kepala SMPN 1 Karang Penang Mengucapkan "Selamat Hari Jadi Kabupaten Sampang Ke-397"

Marhaen (sapaan akrabnya) juga menyayangkan terhadap Pemkab terkhusus pihak Disdik yang sepertinya tidak ada upaya untuk melanjutkan bangunan itu atau sekedar ditempati dan difungsikan sebagaimana mestinya, atau memang pembangunan itu sengaja hanya dijadikan lahan mencari pundi-pundi kekayaan oleh beberapa pihak.

“Padahal, andai bangunan yang di canangkan menjadi UPT Dinas Pendidikan itu tidak dibiarkan mangkrak seperti itu oleh Disdik, saya yakin akan sangat membantu kebutuhan pendidikan di Palengaan. Nah, karena hal ini sangat perlu ditindaklanjuti dan di ungkap, maka saya akan bertindak untuk mencari fakta-faktanya. Lihat saja nanti perkembangan selanjutnya,” tegasnya. (Mp/nir/uki/kk)

  • Bagikan