Lestarikan Tari ‘Mowang Sangkal’, Disparbudpora Sumenep Gelar Seminar Museum Keraton

  • Bagikan
SEREMONIAL : Tari 'Mowang Sangkal' sebagai pembuka acara seminar Museum Keraton di Hotel Garuda, Sumenep. (Istimewa)

SUMENEP, MaduraPost – Dalam rangka sinkronisasi unsur tari ‘Moang Sangkal’ sebagai pembelajaran seni budaya, Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur gelar Seminar Meseum Keraton dengan tema Warisan Budaya Keraton Sumenep.

Diketahui, tari ‘Moang Sangkal’ merupakan salah satu icon seni tari di Madura, secara harfiah kata ‘Moang Sangkal’ terdiri dari dua kata berbahasa Madura yang mempunyai makna. Kata Mowang berarti Membuang, dan kata Sangkal berarti Sukerta yang artinya Gelap.

Kegiatan Seminar Museum Keraton Sumenep ini secara teknis untuk mengulik tentang tari ‘Mowang Sangkal’, mulai dari keseragaman gerak, kostum lainnya.

BACA JUGA :  Perempuan Tani HKTI Kucurkan 300 Sembako Kepada Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan

Sekretaris Disparbudpora Sumenep, Mohammad Raisul Kawim menjelaskan, seminar tersebut sebagai upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep untuk merawat kesenian dan kebudayaan yang sudah mengakar sejak dulu.

Menurutnya, seminar ini menjadi sangat penting dilakukan untuk mengkaji dan mendalami sejauh mana kesenian dan kebudayaan Sumenep. Sehingga, lanjutnya, para pakar bisa menuangkan pengetahuannya di forum tersebut.

“Setelah tahun kemarin tari ‘Mowang Sangkal’ ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Kemendikbud RI, maka tari ‘Mowang Sangkal’ mutlak milik kita khususnya, Jawa Timur pada umumnya,” ujarnya pria yang akrab disapa Kawim ini, Minggu (21/11).

BACA JUGA :  Pilkades Tahap Dua di Sumenep Akan Berlangsung 2021 Mendatang

Acara yang ditempatkan di Hotel Garuda Sumenep ini sebagai langkah pembinaan Disparbudpora Sumenep melalui Bidang Kebudayaan dalam melakukan penyeragaman gerakan, kostum maupun musik pengiring.

Sehingga, semua sanggar-sanggar baik di sekolah maupun di luar sekolah Sumenep, jika menggunakan tari ‘Mowang Sangkal’ bisa sama dalam hal gerakan, kostum, dan musik pengiringnya.

“Sehingga jika nantinya ada permintaan tari ‘Mowang Sangkal’ yang bersifat massal untuk ditampilkan, kami sudah siap. Tidak perlu repot-repot untuk berlatih lagi karena semua sudah seragam,” jelas mantan Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) ini.

Kawim menerangkan, jika ke depan akan menggelar seminar mengenai seni budaya dan tradisi yang telah di tetapkan sebagai WBTB oleh Kemendikbud RI, salah satunya tari topeng atau yang lain.

BACA JUGA :  128 Peserta Bantuan Hibah Wirausaha di Sumenep Tidak Terverifikasi

Dia berharap, kepada para generasi muda yang ada di Kabupaten ujung timur Pulau Madura tersebut untuk bersama-sama menjaga dan memelihara serta melestarikan kebudayaan-kebudayaan yang selama ini menjadi warisan leluhur Keraton Sumenep.

“Sehingga suatu saat nanti semua budaya-budaya yang ada di Sumenep akan menjadi tonggak sejarah bagi generasi di masa yang akan datang, dan kita tetap punya nama di mata dunia,” tegasnya, saat diwawancara akhir acara oleh sejumlah pewarta.

  • Bagikan