Scroll untuk baca artikel
Daerah

Komisi IV DPRD Sumenep Tunda Anggaran Rp1 Miliar Program Wirausaha Santri

Avatar
42
×

Komisi IV DPRD Sumenep Tunda Anggaran Rp1 Miliar Program Wirausaha Santri

Sebarkan artikel ini
PROFIL. Ketua Komisi IV DPRD Sumenep, Mulyadi, saat mengikuti sidang paripurna beberapa waktu lalu. (M.Hendra.E/MaduraPost)
PROFIL. Ketua Komisi IV DPRD Sumenep, Mulyadi, saat mengikuti sidang paripurna beberapa waktu lalu. (M.Hendra.E/MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, memilih menunda alokasi anggaran untuk program wirausaha santri yang diajukan oleh Disbudporapar pada pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun ini.

Program tersebut sebelumnya diusulkan dengan nilai mencapai Rp1 miliar. Namun, ketika dibahas di tingkat komisi, usulan itu belum memperoleh lampu hijau.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Baca Juga :  Kejari Sumenep Fokus Kawal Desa Lewat Aplikasi Jaga Desa

Alasan utamanya, menurut anggota dewan, karena belum ada gambaran jelas mengenai hasil atau capaian yang akan dihasilkan dari program tersebut.

“Untuk sementara, anggaran itu kita tunda dulu pembahasannya,” ungkap Ketua Komisi IV DPRD Sumenep, Mulyadi, saat dikonfirmasi MaduraPost, Senin (18/8).

Mulyadi menegaskan, setiap rencana kegiatan yang bersumber dari dana publik harus memiliki ukuran keberhasilan yang bisa dipertanggungjawabkan.

Baca Juga :  Kampanye Akbar Pilkada di Sumenep Akan Berbeda di Masa Pandemi Covid-19

Ia menekankan pentingnya transparansi sekaligus penjelasan yang detail dari pihak dinas terkait.

“Dinas harus bisa memaparkan secara konkret apa output yang dihasilkan dari program itu,” tegasnya.

Atas dasar itulah, Komisi IV memilih untuk menunda pengambilan keputusan. Pihaknya akan kembali membuka ruang pembahasan setelah Disbudporapar Sumenep mampu memberikan penjelasan yang lebih menyeluruh, mulai dari target penerima manfaat, mekanisme pelaksanaan, hingga dampak positif yang bisa dirasakan oleh santri sebagai kelompok sasaran utama.

Baca Juga :  Berikut Serapan Anggaran Penanganan Covid-19 di 2 OPD Sumenep

Langkah ini menunjukkan sikap kehati-hatian DPRD Sumenep dalam mengawal penggunaan dana daerah.

Dewan ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang digelontorkan benar-benar memberikan manfaat langsung, bukan sekadar program tanpa arah yang jelas.***