Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

KKN-25 UTM Membuat Pupuk Organik ‘JAKABA’ Untuk Mengatasi Kelangkaan Pupuk di Desa Bajang

Avatar
40
×

KKN-25 UTM Membuat Pupuk Organik ‘JAKABA’ Untuk Mengatasi Kelangkaan Pupuk di Desa Bajang

Sebarkan artikel ini
Foto bersama Mahasiswa KKN-25 UTM bersama Kelompok Tani di Balai Desa Bajang.

PAMEKASAN, MaduraPost – Mahasiswa KKN 25 Universitas Trunojoyo Madura menciptakan Inovasi baru yaitu pembuatan pupuk organik dengan memanfaatkan akar-akaran bambu sebagai bahan utama.

Inovasi tersebut sebagai upaya Mahasiswa KKN 25 UTM untuk menjawab problem petani di Desa Bajang Kecamatan Pakong yang sering mengalami kelangkaan pupuk terutama disaat musim tanam.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Dengan arahan Dosen Pembimbing Lapangan ( DPL) Bapak Muttaqin Hardiwansyah S.ST., M.T. Kegiatan pembuatan pupuk Organik Jamur Keberuntungan Abadi ( JAKABA) yang dilaksanakan di Balai Desa Bajang dan disambut antusias warga. Sabtu (27/07/24) Kemaren.

Jamur Keberuntungan Abadi ( JAKABA) Merupakan salah satu pupuk organik yang berbentuk cair untuk menyuburkan tanaman. Jamur ini memiliki bentuk seperti koral karang yang bertekstur keras dan renyah. Jamur ini berwana Coklat bagian atasnya dan berwarna putih bagian bawahnya yang mudah patah. Pembuatan Pupuk ini sangat mudah dibuat karena menggunakan bahan yang tersidia disekitar.

Baca Juga :  Judi Sabung Ayam di Pasean Pamekasan Marak, Warga Khawatir Ganggu Keamanan Lingkungan

Pelatihan ini dipandu oleh dua mahasiswa dan dua kelompok tani yakni Afif, Maya, Maila dan Mukhtin. Proses ini dimulai dari mengumpulkan beberapa akar bambu, air cucian beras ( air leri), dan pelet yang kemudian dimasukkan kedalam wadah terbuka yang ditutup dengan kain.

Kemudian di diamkan selama kurang lebih 10-15 hari dan letakan ditempat yang lembab jauhkan dari paparan sinar matahari langsung.

Baca Juga :  Jatem, Mantan Kades Sokobanah Daya Kembali Dilaporkan Dugaan Korupsi Dana Desa
Praktek pembuatan pupuk organik JAKABA oleh Mahasiswa KKN-25 bersama Kelompok Tani di Balai Desa Bajang.

Tahap selanjutnya Pengecekan rutin dilakukan selama 3 hari sekali guna melihat pertumbuhan jamur. Tahap Terakhir cara pengaplikasian JAKABA dengan cara penyemprotan air rendaman dengan takaran 1 liter air jamur dicampurkan dengan 15 liter air bersih kemudian disemprotkan ke tanaman.

“Manfaat dari JAKABA ini mempercepat tanaman kerdil, memperpanjang umur tanaman, mengatasi fusarium ( patogen pada tanaman yang dapat menyebabkan penyakit hawar ) dan pupuk JAKABA ini bisa dijadikan alternatif pengganti pupuk urea yang memiliki kandungan sama dengan pupuk JAKABA seperti mineral, dan nitrogen“ ucap Afif.

Baca Juga :  Sambutan Wabup Pamekasan di Acara Forum N.G.O yang Bikin Publik Tercengang

Kegiatan pembuatan pupuk organik JAKABA yang diikuti semua kelompok tani di Desa Bajang mendapat respon positif dan antusias masyarakat.

“Berterimakasih dengan adanya pelatihan pembuatan pupuk organik ini, karena bisa mengatasi kelangkaan pupuk dan bahan yang digunakan cukup ramah lingkungan dan murah” ucap Bu Rit.

Mahasiswa KKN- 25 UTM berharap dengan adanya pelatihan pupuk organik ini bisa mengatasi kelangkaan pupuk yang ada di Desa Bajang dan bisa diterapkan secara berkelanjutan.