Daerah  

Kesra Pemkab Sumenep Gelar Sosialisasi Updating Data Guru Ngaji

Avatar
Kabag Kesra Pemkab Sumenep, Kamiluddin, saat memberikan sosialisasi updating data guru ngaji bagi operator kecamatan, di ruang pertemuan Bagian Kesra. (Istimewa)

SUMENEP, MaduraPost – Demi memaksimalkan bantuan guru ngaji, Bagian Kesejahteraan (Kesra) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, membentuk operator updating. Sabtu, 19 Maret 2022.

Pada hari Kamis (17/3/2022) kemarin, Kepala Bagian (Kabag) Kesra Pemkab Sumenep, Kamiluddin, memberikan pengarahan kepada operator kecamatan updating guru ngaji yang sudah terverifikasi, di ruang pertemuan kantor setempat.

Kamiluddin mengungkapkan, jumlah operator kecamatan updating guru ngaji yang dibentuk berjumlah 27 orang.

BACA JUGA :  PAD Destinasi Wisata di Sumenep Tahun 2021 Diharapkan Bisa Mencapai Target

“Satu kecamatan satu orang operator,” kata Kamil, dalam sosialisasi itu, Sabtu (19/3).

Dia menjelaskan, rekrutmen operator updating data guru ngaji ini melalui beberapa tahap penjaringan.

Pertama, pelamar mengajukan surat permohonan yang ditujukan kepada Bupati Sumenep dilengkapi dengan beberapa persyaratan yang telah ditentukan.

Kedua, bagi pemohon atau pelamar yang memenuhi syarat setelah dilakukan verifikasi administrasi akan dipanggil untuk melakukan penandatanganan surat perjanjian kerjasama dan pakta integritas.

“Adapun tugas dan fungsi dari operator kecamatan updating guru ngaji itu, di antaranya menginput data guru ngaji baru di wilayah kerja masing-masing disertai persyaratan dan data lapangan,” kata Kamis menjelaskan.

BACA JUGA :  Kejari Sampang Berikan Ucapan HPN 2021

Ketiga, mengkonsolidasikan pengajuan penonaktifan guru ngaji sesuai ketentuan, agar punya kewajiban melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penerima bantuan.

Keempat, tenaga operator updating juga bertugas memverifikasi setiap pengajuan bantuan kesejahteraan guru ngaji.

“Tak kalah penting yakni melaporkan setiap hasil pekerjaan di awal bulan untuk dijadikan dasar dan bahan pertimbangan dalam proses administrasi dan evaluasi kerja,” kata Kamil lebih lanjut.

BACA JUGA :  Proyek Pokmas di Rabesan Camplong Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi Pengerjaan

Terpisah, Imaduddin, salah seorang operator Kecamatan Guluk-Guluk updating data guru ngaji mengaku siap bekerja dengan mengikuti aturan yang telah ditetapkan dalam surat perjanjian kerja sama.

“Insyaallah kami akan maksimal, karena tugas ini tidak semata-mata karena pekerjaan, tetapi pengabdian untuk memperjuangkan kesejahteraan guru ngaji,” kata Imam optimis.