Kejanggalan Kematian Balita 4 Tahun di Sumenep, Polisi Periksa 3 Saksi

  • Bagikan

SUMENEP, MaduraPost – Kematian Selvy Nur Indah Sari, balita berumur 4 tahun yang ditemukan tewas mengenaskan di dalam sumur tua yang terletak di Dusun Pandaan, Desa Ambunten Tengah, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, masih menyisakan tanda tanya dan kejanggalan.

Pasalnya, balita perempuan asli warga Desa Tambaagung Ares, Kecamatan setempat itu ditemukan tewas tak wajar, mengenaskan di dalam sumur tua, terbungkus karung dengan kondisi terlilit kain selendang dilehernya. Sementara matanya tertutup kain warna hitam.

BACA JUGA :  DPRD Pamekasan Urai Proyek TPJ Bermasalah di Desa Branta Tinggi

Kejanggalan lain, nampak terlihat dari perhiasan yang dipakai korban sebelum hilang dan ditemukan meninggal dunia, polisi menyebut tak ada satupun perhiasan yang dipakai korban.

Hingga saat ini, polisi terus memburu pelaku penganiayaan sadis balita tersebut. Kapolsek Ambunten, AKP Junaidi mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas tewasnya balita tersebut.

Dia menerangkan, telah memeriksa 3 orang sebagai saksi dari pihak keluarga korban. Diantaranya ibu dan nenek korban, kemudian anggota keluarga lainnya.

BACA JUGA :  Polisi Tembak Pelaku Perampokan Toko Peralatan Bayi di Sampang

“Masih lidik. Sementara belum ada perkembangan, saksi tiga orang. Diantaranya, ibu nenek dan saksi anggota,” terangnya, saat dikonfirmasi melalui sambungan selularnya oleh sejumlah media, Jumat (23/4).

Untuk diketahui, korban dinyatakan hilang sejak hari Minggu (18/4/2021). Kemudian, ditemukan pada hari Kamis (21/4/2021) dalam kondisi tak bernyawa.

Saat ditemukan, korban yang terakhir dinyatakan hilang memakai kalung emas, anting dan gelang. Namun, anehnya semua perhiasan korban raib. Dugaan polisi, berdasarkan kondisi penemuan mayat korban saat ditemukan, kuat dugaan korban dianiaya.

BACA JUGA :  Pemkab Sumenep Akhirnya Terapkan PPKM Darurat Covid-19

“Kami terus masih terus memburu pelakunya,” tegas Junaidi.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Tambaagung Ares, Zalwani mengatakan, saat ini pihaknya memasrahkan kasus tersebut sepenuhnya kadapa pihak kepolisian.

Dia meyakini, polisi bisa mengusut tuntas dan menemukan pelaku yang tega menghabisi anak yatim tak berdosa tersebut.

“Saya sebagai Kades berharap kasus ini secepatnya terungkap, dan kami memasrahkan sepenuhnya kepada polisi agar diusut sampai tuntas,” tukasnya.

  • Bagikan