Kegunaan Aplikasi SIPLah, Disdik Sumenep Maksimalkan Sosialisasi Penuh

  • Bagikan
WAWANCARA. Moh. Iksan, Plt Kepala Disdik Sumenep, saat dikonfirmasi awak media baru-baru ini. (M. Hendra. E)

SUMENEP, MaduraPost – Adanya Peraturan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 14 tahun 2020 tentang pedoman pengadaan barang atau jasa oleh satuan pendidikan menjadi atensi penuh bagi seluruh Dinas Pendidikan (Disdik) di Indonesia.

Seperti halnya Disdik Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur ini. Menyoal tentang kegunaan Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah (SIPLah), Disdik Sumenep telah men-sosialisasikan kegunaan aplikasi tersebut.

Seperti diketahui, SIPLah adalah inovasi dalam pengadaan barang atau jasa untuk meningkatkan transparansi dan kemudahan bagi Satuan Pendidikan (Satdik) dalam administrasi dan pelaporan, serta bagi Usaha Micro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk turut serta hadir sebagai penyedia barang dan jasa di SIPLah.

BACA JUGA :  KBM-TM Kembali Dibuka, Begini Imbauan Disdik Sumenep

“Mengenai Permendikbud nomor 14 tahun 2020 tentang aplikasi SIPLah, aplikasi SIPLah itu dikeluarkan oleh Kemendikbud, dalam rangka untuk penggunaan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Anggaran BOS ini harganya telah ditetapkan di SIPLah tersebut,” ujar pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdik Sumenep, Moh. Iksan, pada media ini, Jumat (25/6).

Iksan menjelaskan, adanya aplikasi tersebut tentu sangat berguna bagi sekolah untuk mencairkan BOS. Dengan cara mudah dan proses cepat, sekolah dapat lebih mudah mengakses segala bentuk keperluan yang dibutuhkan.

“Makanya sekolah wajib menggunakan anggaran BOS dengan aplikasi SIPLah ini. Manakala yang dibutuhkan sangat oleh sekolah ternyata tidak ada, baru gunakan secara manual. Itupun syaratnya saya sampaikan, harus minta melalui tiga toko berbeda. Mana yang harganya terendah itulah yang dipakai, kalau memang di SIPLah tidak ada,” terangnya.

BACA JUGA :  Kecelakaan Tunggal Tewaskan Satu Penumpang, Polisi Duga Sopir Kurang Konsentrasi

Disamping itu, Iksan tak menampik, jika wilayah Kepulauan masih terkendala sinyal saat menggunakan aplikasi tersebut. Sebab itu, cara manual juga bisa digunakan untuk mencairkan dana BOS.

“Ya kalau di Kota daratan semuanya ada, tapi kalau di Kepulauan. Berarti beli manual boleh. Tentunya notanya harus disampaikan sesuai toko tersebut. Itulah SIPlah, dan di Sumenep telah diterapkan semua kepada sekolah,” jelas Iksan.

BACA JUGA :  Langkah Nyata Bupati Sumenep Mempertahankan Zona Hijau Penyebaran Covid-19

Dia mengaku, bahwa telah melakukan sosialisasi kepada para lembaga sekolah yang berada di bawah naungannya tentang kegunaan aplikasi SIPLah tersebut.

“Kita sosialisasikan setiap ada pencarian BOS kepada Kepala Sekolah, operator Kecamatan, dan operator sekolah, mereka yang mengetahui betul Sipla,” akuinya.

Menurutnya, pengguna aplikasi SIPLah wajib hukumnya selalu berkoordinasi dengan pihak sekolah. Hal itu dilakukan demi menjaga ketertiban administrasi saat menggunakan aplikasi tersebut.

“Kemudian, mereka sebelum mengklik harus berkoordinasi dengan Kepala Sekolahnya. Makanya saya menyatakan wajib hukumnya sekolah untuk menggunakan aplikasi SIPLah, dalam rangka pengadaan anggaran BOS yang diterimanya,” tukasnya.

  • Bagikan