Kadisdik Sumenep Komitmen Maksimalkan Pendidikan

  • Bagikan
WAWANCARA : Agus Dwi Saputra, Kepala Disdik Sumenep, saat diwawancara sejumlah media baru-baru ini. (M. Hendra. E)

SUMENEP, MaduraPost – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, akhirnya di isi pejabat baru. Selasa, 4 Januari 2022.

Jika sebelumnya Kepala Disdik Sumenep masih di isi Pelaksana Tugas (Plt), saat ini usai dilakukan pergeseran dan mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Disdik Sumenep di pimpin oleh Agus Dwi Saputra.

Pria yang sempat menjabat sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep itu kini mengaku akan mengikuti pelayanan atau motto Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, yaitu hulu ke hilir.

BACA JUGA :  Kuliner Nasi Pocong di Sumenep Bikin Penasaran dan Ketakutan

Agus mengatakan, akan memberikan pelayanan terbaik dan loyal kepada pimpinan.

“Kita berikan pelayanan terbaik untuk Sumenep. Insyaallah hari Rabu besok saya baru pertama kali masuk kerja,” kata Agus, Selasa (4/1).

Tidak muluk-muluk, pihaknya mengaku akan segera mempelajari skema pendidikan di Sumenep. Mengingat, persoalan pendidikan menjadi yang krusial di Indonesia.

“Yang sudah baik kita teruskan dan yang kurang baik kita benahi,” kata Agus menjelaskan.

Dia menginginkan, ke depan mulai dari guru-guru harus memiliki ini inovasi harus bagus, ada dedikasi dan loyalitas tinggi demi memajukan pendidikan di Kabupaten ujung timur Pulau Madura ini.

BACA JUGA :  Wilayah Kepulauan Sumenep Jadi Gembong Narkoba

“Jadi pendidik untuk era masa depan harus kita siapakan, apalagi untuk generasi penerus,” kata dia.

Agus menegaskan, persoalan apapun yang berbau pendidikan harus disikapi dengan jeli. Dimana, saat ini algoritma pendidikan Sumenep terus dibuai berbagai macam problem.

Mulai dari signal, pendidikan di kepulauan hingga kasus guru bolos mengajar dan problem lainnya tentang pendidikan.

Selama tahun 2021, persoalan pendidikan memang sering menjadi atensi khusus. Bahkan, di situasi masa pandemi Covid-19 saat itu menjadi perbincangan hangat.

BACA JUGA :  Dinkes Sumenep Siapkan Reakreditasi 8 Puskemas Tahun 2022 Mendatang

Dimana, para siswa merasa bosan saat menjalani pembelajaran daring (luar jaringan). Selain gangguan signal yang masih ngadat di pelosok desa kepulauan, para siswa masih ada yang belum memeliki handphone pintar untuk mengakses pendidikan secara online.

“Jadi selama kepemimpinan saya, jika ada persoalan apapun tentang pendidikan pastinya akan dilakukan pembinaan terebih dahulu. Jika tidak bisa ya keluarkan,” kata Agus menegaskan.

  • Bagikan