Daerah  

Kades Hasil PAW Dilantik, DPMD Sumenep Ingatkan Program Kades Harus Tertuang dalam RPJM Desa

Avatar
PENGAMBILAN SUMPAH JABATAN. Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, saat melakukan pelantikan dan sumpah jabatan Kades hasil PAW. (Istimewa)

SUMENEP, MaduraPost – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) setempat menggelar pelantikan kepala desa (Kades) hasil Pemilihan Antar Waktu (PAW). Jumat, 11 Maret 2022.

Pelantikan Kades hasil PAW tersebut yakni di Desa Gunung Kembar, Kecamatan Manding, dengan Kades terpilih bernama Farid Santoso. Kades Farid Santoso resmi dilantik oleh Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, pada Rabu (9/3/2022) kemarin.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Kades hasil PAW itu berlangsung di Aula lantai II Arya Wiraraja sekitar pukul 13.00 WIB.

BACA JUGA :  Rp 3,6 Miliar Bantuan RTLH di Sumenep Tertahan Karena Corona

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPMD Sumenep, Moh. Ramli mengatakan, pelantikan Kades hasil PAW tersebut dilaksanakan lantaran Kades sebelumnya hasil dari Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tahun 2019 telah meninggal dunia.

“Kades definitif hasil Pilkades tahun 2019 meninggal dunia, sehingga dilaksanakan PAW. Hasilnya Kades PAW Gunung Kembar dilantik yang terhormat Bapak Bupati,” kata Ramli, Jumat (10/3).

Pihaknya menjelaskan, Kades hasil PAW pada hakikatnya hanya melanjutkan sisa masa jabatan Kades sebelumnya, yaitu masa bakti hingga 30 Desember 2025, dengan tugas wewenang, kewajiban, dan hak yang sama.

BACA JUGA :  Syaiful Bahri Terpilih Secara Demokrasi Sebagai Ketua Fokmas Sana Tengah Periode 2022 – 2024

“Kami berharap, apa yang menjadi program-program Kades sebelumnya tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Desa untuk bisa ditunaikan hingga akhir periode masa jabatan ini,” kata Ramli menegaskan.

Sementara Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengatakan, pelantikan Kades hasil PAW Gunung Kembar memang digelar lebih awal. Alasannya, agar tidak terjadi kekosongan jabatan Kades di awal tahun.

“Pelantikan ini sengaja dipercepat biar ada yang langsung definitif, biar langsung jos membangun desanya,” kata Bupati Fauzi.

BACA JUGA :  Forkopimka Kecamatan Waru Lakukan Monitoring Pekerjaan 40% DD di Desa Sumber Waru Pamekasan

Tak lupa pihaknya berpesan, bahwa menjadi seorang Kades tidaklah mudah. Dalam imbauannya, seorang Kades harus amanah, melayani masyarakat dengan baik dan profesional.

“Menjadi Kades itu harus tahu regulasi, tahu aturan, jangan seenaknya sendiri, itu yang paling penting, harus koordinasi sama camat, koordinasi sama AKD yang sudah lama jadi Kades. Saling sharing, apalagi baru,” kata dia dalam imbauannya.

“Paling penting juga bagun desanya, visi misinya harus seirama dengan Pemkab, dari hulu ke hilir,” kata dia lebih lanjut.