Kabar Baik, Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Sumenep Meningkat

  • Bagikan
Ilustrasi

SUMENEP, MaduraPost – Merebaknya Covid-19 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus meningkat setiap waktu. Namun, hal itu juga mendorong secara signifikan angka kesembuhan pasien terkonfirmasi virus asa Kota Wuhan, Cina itu.

Berdasarkan data tim satuan tugas (Satgas) percepatan penanggulangan Covid-19 Kabupaten Sumenep, tercatat total keseluruhan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar sebanyak 800 pasien.

Kemudian, pasien resmi dirawat sebanyak 139 pasien, sebanyak 593 pasien sembuh, dan sebanyak 68 pasien meninggal dunia.

BACA JUGA :  Dinkes Sumenep Kampanyekan Masker di Hari Kesehatan Nasional 

Lalu, total pasien yang dirawat di Rumah Isolasi Darurat Covid-19 (RIDC) Batuan, sebanyak 175. Sebanyak 15 pasien dirawat, sebanyak 160 pasien sembuh, dan tidak ada yang meninggal dunia.

Dilanjutkan total pasien yang dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Garam Kalianget, sebanyak 402. Sebanyak 20 pasien dirawat, sebanyak 329 pasien sembuh, dan 53 pasien sembuh.

“Untuk itu memang Pemerintah melalui surat edaran (SE) Bupati telah melakukan upaya-upaya agar 5 M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, memakai jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas dan interaksi) itu ditegakkan,” ungkap, Abd. Rahman Riyadi, sekretaris Satgas Covid-19 Sumenep, saat dikonfirmasi di kantornya, Senin (12/7).

BACA JUGA :  Semangat Pemuda Sana Tangah Turun ke Sawah Bagikan Masker ke Sejumlah Petani

Disisi lain, Rahman juga menyebutkan, rumah sakit lain seperti rumah sakit Sumekar, dan rumah sakit Abuya Kangean total keseluruhan terdapat 571 pasien. Sebanyak 44 pasien dirawat, sebanyak 492 sembuh, sebanyak 35 pasien meninggal dunia.

Dari data keseluruhan pasien itu, kata Rahman, yang melakukan isolasi mandiri dalam pengawasan sebanyak 752. Pasien sembuh sebanyak 743, dan meninggal dunia sebanyak 9 pasien. Sehingga, total keseluruhan pasien sebanyak 2.700, sementara total sembuh sebanyak 2.317 pasien.

BACA JUGA :  Usai Divaksin, Siswa SMKN 1 Sumenep Mengalami Pusing. Begini Penjelasan Kepala Sekolah

“Kita siang malam melakukan operasi yustisi. Karena apa, sekarang PPKM darurat Covid-19 serentak di terapkan di Indonesia. Kalau masyarakat taat, insyaallah pasti efektif,” tukasnya.

  • Bagikan