Jelang Ramadan, Warga Sumenep Harus Tinggal di Penjara

Avatar
DITANGKAP. Masikkik, pelaku pencurian Mobil Pick Up Mitsubishi L300 saat diamanatkan ke Mapolsek Kangean. (Kasubbag Humas Polres Sumenep)

SUMENEP, MaduraPost – Ketahuan mencuri mobil jelang bulan ramadan, warga Pulau Kangayan, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, ditangkap polisi. Sabtu, 26 Maret 2022.

Kasus pencurian ini diungkap oleh Polsek Kangean pada Jumat (25/3/2022) kemarin. Pelaku pencuri diketahui bernama D. Masikkik (36), warga Dusun Tengah, RT 01/ RW 01, Desa Sumbernangka.

Dia ditangkap sekitar pukul 14.00 WIB oleh personel Polsek Kangean di Balai Desa Laok Jangjang. Barang bukti (BB) yang diamankan polisi yakni Mobil Pick Up Mitsubishi L300 warna coklat dengan nomor polisi (Nopol) M 8239 XD.

BACA JUGA :  Civitas Akademik UTM Tegaskan, Mahasiswa yang Diaggap Penadah Curas Bukan Mahasiswa Aktif

Hasil curian mobil tersebut ditemukan polisi berada di rumah D. Masikkik sendiri. Polisi menerangkan, bahwa Mobil Pick Up Mitsubishi L300 itu adalah milik Daeng Daud.

Kronologinya, Kamis (24/3/2022) sekitar pukul 17.45 WIB kemarin, Mobil Pick Up Mitsubishi L300 milik Daeng Daud hilang di halaman rumahnya sendiri di Dusun Ngomber, RT 003/ RW 001, Desa Laok Jangjang.

Merasa panik, dia kemudian melakukan pelaporan ke Mapolsek Kangean. Setelah itu, polisi langsung melakukan penyelidikan.

BACA JUGA :  Penemuan Mayat Tanpa Alat Vital Gegerkan Warga Burneh Bangkalan

Hasilnya, polisi mendapatkan informasi bahwa mobil tersebut berada di Desa Pandeman, tepatnya di rumah D. Masikkik.

“Saat petugas mendatangi rumah D. Masikkik, pelaku malah tidak ada, hanya tinggal istrinya yang bernama Tiama,” kata Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti mengungkapkan dalam rilisnya, Sabtu (26/3).

Polisi lalu melakukan klarifikasi kepada istri D. Masikkik. Menurut keterangan polisi, istri D. Masikkik yang bernama Tiama mengaku bahwa mobil tersebut memang sengaja dibawa oleh suaminya.

Tak butuh waktu lama, polisi bisa mengamankan tersangka. D. Masikkik ternyata berada di Balai Desa Laok Jangjang. Saat dilakukan interogasi, pelaku D. Masikkik mengakui bahwa telah mencuri mobil milik Daeng Daud.

BACA JUGA :  Karena Kasus DD dan PTSL, Masyarakat Tidak Percaya Kejari Sampang

“Selanjutnya, D. Masikkik beserta barang bukti diamankan dan dibawa ke Kantor Polsek Kangean untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Widiarti menerangkan.

Polisi menyebut, atas kasus pencurian itu, Daeng Daud mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp 89 juta. Kini, D. Masikkik harus mendekam di penjara dan diterapkan Pasal 363 KUH Pidana pencurian.