Idris Sang Pembunuh Subaidi divonis Hukuman Seumur Hidup Oleh Hakim Pengadilan Sampang

Avatar
Suasana di ruang sidang PN Sampang Saat pembacaan putusan Oleh Hakim

Sampang,BERITAMA.id – Terdakwa pembunuhan Subaidi (korban) yang dilakukan oleh Idris (terdakwa) divonis hukuman seumur hidup oleh hakim,selasa (02/04/2019).

Hal itu dibacakan oleh Hakim ketua Budi Styawan di Pengadilan Negeri Sampang pada agenda sidang putusan.

Idris terbukti bersalah membunuh korban (Subaidi) warga desa  Tamberu Timur Sokobanah Sampang.

BACA JUGA :  Jumlah Pasien Terconfirmasi Covid-19 di Kabupaten Sampang Meningkat, Kini Menjadi 16 Orang, Terbanyak Klaster Pasar

“Terdakwa Idris secara sah telah menghabisi nyawa korban,dan terdakwa divonisi hukuman seumur hidup,” tuturnya.

Sementara itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anton Zulkarnaen sangat responsif terhadap putusan Hakim.

“Kami memang dari awal menuntut terdakwa dengan hukuman seumur hidup dan Alhamdulillah Majelis hakim mengambil alih dan menyetujui tuntutan kami,” ungkapnya.

“Selanjutnya kami akan berfikir ulang jikalau dikemudian hari terdakwa mengambil haknya dengan melakukakn banding,dan kami siap apabila dari pihak terdakwa melakukan banding,” tuturnya kepada awak media.

BACA JUGA :  Perempuan Rentan Tertular Virus Corona, Ini Pernyataan Dinkes Sumenep

Sementara itu salah satu massa aksi juga merasakan hal yang sama dengan apa yang di sampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum.
Abdul Bari misalnya,dia sangat megapresiasi putusan hakim

“Kami sangat mengapresiasi kinerja JPU dan Majelis hakim yang sudah memutus sesuai dengan tuntutan yang sudah dibacakan pada persidangan sebelumnya yakni (seumur hidup), sekalipun putusan ini tidak sesuai dengan harapan massa yakni hukuman mati,” ungkap Abdul Bari.

BACA JUGA :  Ini Kata Presidium MD KAHMI Sumenep Akis Jasuli di Pelantikan MD KAHMI dan FORHATI

Dia juga berharap tidak ada lagi kejadian seperti ini di Indonesia khususnya di Sampang.

“Semoga ini menjadi pembelajaran buat kita,agar tidak ada lagi pelaku yang berani membunuh orang tanpa hak,” imbuhnya.(Ron/Man)