Scroll untuk baca artikel
Peristiwa

Hilang Saat Menjaring Ikan, Warga Dungkek Ditemukan Meninggal Dunia

Avatar
34
×

Hilang Saat Menjaring Ikan, Warga Dungkek Ditemukan Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, MaduraPost – Sawawi (25) warga Dusun Guwa, Desa Jadung, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, hilang tenggelam saat menangkap ikan cumi-cumi menggunakan jenis jaring tarakat, Minggu (21/2/2021) kemarin.

Pria alias korban ini berangkat dari rumahnya sekitar pukul 23.00 WIB untuk menjaring ikan di perairan Desa setempat bersama seorang temannya bernama Moh. Khatib.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Hasil keterangan dari teman korban, sebelum hilang tenggelam, korban sempat meminta tolong. Namun beberapa menit kemudian korban hilang diduga terseret arus.

Baca Juga :  Proyek Revitalisasi Pasar 17 Agustus Pamekasan Diduga Palsukan Data, LSM KORAK Sebut LPSE Bisa Dipidana

Kemudian, sekitar pukul 02.00 WIB malam, saksi mendatangi Murahman untuk memberi tahu bahwa korban Sawawi hilang. Murahman sendiri adalah warga setempat.

Upaya pencarian korban yang diduga tenggelam pada Minggu (21/2/2021) itu akhirnya membuahkan hasil.

Korban ditemukan oleh para nelayan yang ikut mencari di hari kedua bersama Tim Basarnas Jatim, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, anggota Polsek Dungkek dan tiga perahu nelayan.

Baca Juga :  Innalillahi wainnailaihi rojiun, Ustad Arifin Ilham Tutup Usia Di Penang Malaysia

“Sudah ketemu di perairan sekitar Romben Guna oleh nelayan yang ikut mencari,” ungkap Kapolsek Dungkek, AKP Sahrawi, saat dikonfirmasi melalui sambungan selularnya, Senin (22/2)

Sahnawi menerangkan, jasad korban ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB. Lalu, langsung dievakuasi ke atas perahu oleh sejumlah nelayan.

“Saat ini, jenazahnya sudah dibawa ke rumah duka,” terangnya.

Baca Juga :  Kisruh dan Sarat Judi, Turnamen Voli di Pasean Pamekasan Gagal Merangkak ke Final

Dia menambahkan, pihak keluarga tidak berkenan untuk dilakukan autopsi luar dan menganggap peristiwa nahas tersebut adalah takdir.

“Iya tidak berkenan keluarganya Mas. Tadi dari Polsek, Puskesmas Dungkek dan seluruh Forkopimka juga datang menyaksikan,” tukasnya. (Mp/al/kk)