Harga Hewan Kurban di Sumenep Relatif Stabil

  • Bagikan
Terlihat pedagang hewan kurban berupa kambing di trotoar jalan yang berlokasi di Jalan Urip Sumoharjo, Sumenep, saat melayani pembeli. (M. Hendra. E)

SUMENEP, MaduraPost – Sejumlah pedagang hewan kurban di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, memilih pasrah jika selama pandemi Covid-19 melanda harga hewan ternak anjlok. Apalagi, minimnya pembeli di masa penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat Covid-19.

Apalagi saat ini jelang hari raya Idul Adha, salah satu pedagang hewan berupa kambing mengaku optimis meski berada di masa pandemi Covid-19.

Torik (50), seorang pedagang kurban kambing yang berjualan setiap tahunnya disebuah trotoar jalan yang berlokasi di Jalan Urip Sumoharjo, mengatakan, bahwa harga kambing saat ini kisaran harga Rp 5 juta hingga dengan Rp 2 juta paling rendahnya.

“Itu sudah standard harganya, kami tidak mengambil uang untuk penitipan sudah,” ungkap Torik, saat dikonfirmasi media ini, Senin (12/7).

Dia mengaku, saat ini harga hewan kurban yang dijualnya itu mengalami kenaikan harga yang tidak terlalu tinggi, hanya saja pembeli semakin berkurang.

BACA JUGA :  Pasar Karang Penang Macet, Tak Ada Satupun Petugas Yang Mengurai

“Tapi entah kebelakang nanti, karena ini kan kewajiban bagi orang islam. Insyaallah, saya yakin orang pasti berkurban. Untuk penurunannya dibandingkan tahun lalu sekitar 50 persen. Untuk hewan kurban yang saya jual ini sudah laku sekitar 50 persen,” paparnya.

Biasanya, kata Torik, para pembeli akan menyerbu hewan dagangannya jelang H-3 hari raya Idul Adha. Sejak hari itu, para pembeli sudah melonjak naik.

“Harapan kami, mudah-mudahan pandemi Covid-19 segera berlalu, sehingga orang-orang kembali keluar rumah dan bisa merayakan hari raya Idul Adha,” harapnya.

Sementara itu, Sisamhadi (63), salah seorang pembeli mengatakan, jika harga hewan kurban masih sangat relatif stabil. Meski merambahnya Covid-19, tidak menyurutkan dirinya untuk berkurban dan mencari amal di hari raya Idul Adha nanti.

BACA JUGA :  Pemilik Akun FB "Suteki" Akhirnya Terungkap, Pelaku Ditangkap Jajaran Polda Jatim

“Kalau saya setiap tahun memang membeli disini. Untuk harganya memang relatif, apalagi masa pandemi ini. Biasanya yang harga Rp 2.5 juta, bisa naik ke Rp 3 juta. Tetapi masih standard lah,” ucapnya.

“Harapan saya meski saat ini ada pada masa pandemi, harusnya lebih semangat untuk berkurban,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Sumenep, Ardiansyah memaparkan, hingga saat ini masih mendapat laporan tidak adanya kenaikan harga daging maupun hewan kurban jelang perayaan hari raya Idul Adha.

“Untuk harga daging yang dikonsumsi pada hari-hari besar tentunya tidak kenaikan yang signifikan, harganya tetap. Alhamdulillah harga daging dan komuditas lain yang berhubungan dengan sembilan pokok hidup dalam posisi yang terjangkau,” paparnya.

Dia pun berharap, meski saat ini tengah diterapkan PPKM darurat Covid-19, harga bahan pokok utamanya harga daging tidak mengalami kenaikan yang melambung cukup tinggi.

BACA JUGA :  Kondisi Sumenep Pasca Ditetapkan Zona Merah Dalam Penyebaran Covid-19

“Semoga hingga tanggal 20 Juli 2021 harga tetap stabil, sembari mensupport penerapan PPKM darurat. Jangan sampai harga-harga sembako naik,” harapnya.

Disamping itu, Ardi mengaku belum memantau secara pasti harga hewan kambing dan sapi. Menurutnya, hal itu telah dipasrahkan ke pasar bebas. Kecuali, lanjutnya, harga daging yang sudah dipotong sudah dipantaunya.

“Kalau daging ya sudah dipotong, itu sudah dipatok dari Kementerian Perdagangan,” akuinya.

Kendati begitu, pihaknya mengajak semua pedagang dan tokoh swalayan bisa mensupport penerapan PPKM darurat Covid-19, agar pandemi ini lekas berakhir.

“Tidak hanya penurunan omset dari hewan kurban. Sejak penerapan PPKM darurat kami pantau semuanya. Tokoh swalayan pun omsetnya turun, dan pedagang pasar kami pun omsetnya juga turun. Ini kami terus laporkan,” tukasnya.

  • Bagikan