Scroll untuk baca artikel
Berita

DPRD Sumenep Dorong Petugas Kesehatan Lebih Proaktif Tangani DBD

Avatar
50
×

DPRD Sumenep Dorong Petugas Kesehatan Lebih Proaktif Tangani DBD

Sebarkan artikel ini
PROFIL. Potret Ketua Komisi IV DPRD Sumenep, Sami'oeddin, saat mengikuti dapat paripurna di gedung dewan. (Istimewa for MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Petugas kesehatan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, diminta meningkatkan keaktifan dalam mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD).

Permintaan ini disampaikan oleh Ketua Komisi IV DPRD Sumenep, Sami’oeddin, sebagai respons terhadap potensi penyebaran penyakit tersebut.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Sami’oeddin menegaskan, perlunya tindakan cepat ketika ditemukan warga yang positif DBD.

“Jika ada pasien yang terjangkit DBD, pihak puskesmas maupun rumah sakit harus segera melakukan fogging di rumah pasien guna mencegah penularan virus melalui nyamuk ke individu lain,” tuturnya pada wartawan, Jumat (7/2).

Baca Juga :  Anggaran Banpol Sumenep 2025 Naik, PDI Perjuangan Terima Dana Terbanyak

Menurutnya, upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga masyarakat luas.

Ia mengimbau warga untuk lebih waspada dan segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala DBD, seperti demam tinggi, nyeri pada persendian, serta munculnya bintik merah di kulit.

“Jangan abaikan jika ada anggota keluarga yang mengalami demam. Jangan menunda pemeriksaan dengan alasan biaya,” pesannya.

Baca Juga :  Poli Kulit dan Kelamin RSUDMA Sumenep Jadi Jawaban Keluhan Kewanitaan, Yuk Konsultasi Sekarang!

Selain itu, pemerintah daerah terus menggencarkan berbagai langkah preventif, termasuk edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

“Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat, karena semua layanan kesehatan di Sumenep gratis,” tegasnya.

Masyarakat juga diajak untuk menerapkan langkah 3M dalam upaya pencegahan DBD, yakni menguras tempat penyimpanan air, menutup wadah air, serta mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Baca Juga :  RSUDMA Sumenep Tipe B, Siap Tambah CT Scan untuk Layanan Optimal

“Kami berharap masyarakat turut berperan aktif dalam pencegahan DBD, karena mencegah tentu lebih baik daripada mengobati,” pungkasnya.***