SUMENEP, MaduraPost – Realisasi luas tanam padi di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, hingga akhir Maret 2026 tercatat 6.340 hektare.
Angka tersebut setara sekitar 17 persen dari target tahunan yang dipatok sebesar 36.580 hektare.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Chainur Rasyid menjelaskan, bahwa angka tersebut merupakan hasil akumulasi kegiatan tanam sejak Januari hingga Maret tahun ini.
“Realisasi sampai Maret sekitar 6.340 hektare dari target yang ditetapkan tahun ini,” ujarnya, Senin (13/4).
Di sisi lain, kinerja penyerapan gabah petani oleh Bulog menunjukkan tren menggembirakan. Dari target 600 ton, realisasi pembelian telah mencapai 666 ton, melampaui angka yang direncanakan.
Ia menuturkan, pencapaian itu tidak lepas dari strategi jemput bola yang diterapkan, yakni dengan mendatangi langsung titik-titik panen milik petani.
“Bulog bersama penyuluh turun langsung ke lapangan untuk menyerap gabah petani,” katanya.
Selain pendekatan tersebut, stabilnya harga gabah di tingkat petani juga menjadi faktor pendorong meningkatnya minat menjual hasil panen ke Bulog.
Dari aspek teknis pelaksanaan, program tanam dan serapan gabah berjalan tanpa hambatan signifikan. Kondisi cuaca yang relatif bersahabat saat masa panen turut mendukung kelancaran di lapangan.
Pemerintah daerah juga terus memperkuat pendampingan melalui penyuluh pertanian, sekaligus menyediakan dukungan sarana produksi untuk mengoptimalkan produktivitas petani.
Dengan capaian awal ini, pemerintah berharap realisasi tanam padi dapat terus bertambah hingga akhir tahun serta berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan di daerah.***






