Disparbudpora Sumenep Akan Segera Lakukan Pembinaan Pokdarwis di Pulau Masalembu

  • Bagikan
INVESTIGASI : Kabid Pariwisata Disparbudpora Sumenep, Imam Buchari, saat melakukan pembinaan Pokdarwis di Kecamatan Saronggi, tepatnya di Wisata Mangrove Kedatim. (Istimewa)

SUMENEP, MaduraPost – Dalam waktu dekat Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, akan mengagendakan pembinaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Pembinaan Pokdarwis tersebut direncanakan berlangsung di Kepulauan Masalembu, yakni di Desa Masakambing.

“Pembinaan Pokdarwis di Desa Masakambing, Kecamatan atau Kepulauan Masalembu, direncanakan dilakukan akhir November atau awal Desember 2021. Dengan catatan, kalau cuaca laut memungkinkan untuk berlayar,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Disparbudpora Kabupaten Sumenep, Imam Buchori, Minggu (14/11).

Diketahui, Desa Masakambing terpilih menjadi salah satu desa yang akan dilakukan pembinaan Pokdarwis, sebab desa tersebut telah ditetapkan sebagai kawasan ekosistem esensial.

BACA JUGA :  Satu Hari Menjelang Idul Fitri, Pasien Positif Covid-19 di Sumenep Bertambah Satu Orang

Tujuannya, untuk memberikan perlindungan kepada satwa langka yang kebetulan berada di lahan masyarakat bukan berada di hutan lindung atau di bawah kawasan lindung marga satwa yang dikelola pemerintah.

Satwa langka yang dilindungi di Desa Masakambing diantaranya Burung Kaka Tua Jambul Kuning sub Spesies Abbotti. Pasalnya, dari sisi jumlah satwa saat ini sangat memprihatinkan.

Selama ini kebanyakan masyarakat setempat beranggapan burung tersebut seperti hama, karena mengganggu proses tanam yang dilakukan masyarakat.

Satwa langka itu, lanjut Imam, saat ini berada di areal masyarakat bukan di kawasan milik pemerintah. Sehingga pola kerja sama perlindungan terhadap marga satwa itu butuh adanya kolaborasi oleh beberapa instansi, baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten.

BACA JUGA :  Bayi Lahir Tanpa Anus Meninggal Setelah Menjalani Operasi di RSI Surabaya

“Disparbudpora yang menjadi bagian dari unsur kolaborasi mengagendakan pembinaan Pokdarwis di desa tersebut dalam rangka membangun bagian yang bisa menciptakan situasi kondusif bagi tumbuh kembangnya ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Dengan kata lain, kawasan ekosistem esensial ini diharapkan nanti bisa menumbuhkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Namun, di sisi lain sebagai tujuan dasarnya memberikan perlindungan terhadap satwa langka Burung Kaka Tua Jambul Kuning Sub Spesies Abbotti.

Pihaknya berharap, dengan adanya pembinaan Pokdarwis itu masyarakat di Kepulauan Masalembu khususnya di Desa Masakambing, akan tumbuh rasa mencintai dan memiliki terhadap keberadaan hewan tersebut.

BACA JUGA :  Bimtek Petani dan Penyuluh di UIM, Slamet Ariyadi Ingin Petani Madura Sejahtera

“Karena nantinya bisa menjadi kawasan wisata Burung Kaka Tua Jambul Kuning Sub Spesies Abbotti itu,” jelasnya.

Yang menjadi sasaran pembinaan Pokdarwis tahun ini ada tiga desa, yakni dua desa di Kepulauan dan satu desa di daratan.

Dari tiga desa itu, baru dua desa yang sudah dilakukan pembinaan Pokdarwis, yakni Desa Sapeken, Kecamatan atau Kepulauan Sapeken, dan di Desa Kebundadap Timur, Kecamatan Saronggi, tepatnya di lokasi wisata mangrove kedatim, yang telah dilaksanakan Rabu (10/11/2021) kemarin.

Sedangkan di Kabupaten Sumenep terdapat 19 Pokdarwis yang sudah ber-SK dan dikukuhkan. Semuanya berada di 19 desa. Sementara yang masih dalam proses ada 3 desa.

  • Bagikan