Dinkes Sampang Kunjungi Emilia Sahra Bocah Penderita Hidrosefalus

  • Bagikan
Tim Dinkes Sampang saat berada dikediamannya Emilia Sahra.

SAMPANG, MaduraPost – Dari tim Pemerintah Daerah Kabupaten Sampang yang meliputi dari Camat, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes dan KB), Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) mengunjungi kediaman Emilia Sahra bocah penderita Hidrosefalus di Jalan Garuda, Kota Sampang.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Kepala Puskesmas Kamoning, dr Intan, Camat Sampang, Yudhi Adidarta Karma, Dinas Sosial dan PPA Sampang.

Dalam Kunjungan itu, dari Tim tersebut menindaklanjuti instruksi Bupati Sampang, H Slamet Junaidi untuk segera membantu pengobatan bocah tersebut.

BACA JUGA :  Diduga Telantarkan Pasien, Izin Praktek Bidan di Sampang Dicabut

Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Kadinkes dan KB), dr. Abdullah Najich mengatakan, pihaknya bersama tim dari Kecamatan, Kesehatan, Dinas Sosial dan PPPA telah mengunjungi kediaman Emilia Sahra bocah penderita Hidrosefalus untuk memastikan kondisi bocah tersebut.

“Kami bersama tim menggali keterangan dari kedua orang tua korban terkait kondisi kesehatannya dan banyak informasi dan keterangan sebagai langkah awal untuk melakukan tindakan medis,” kata Najich, Kamis (21/10/2021).

BACA JUGA :  Dinkes Sampang Menunggu 75 Sampel Hasil Swab Ulang, Semoga Negatif

Najich menjelaskan, apapun akan diupayakan untuk membantu pengobatan bocah , sebab pengobatan dan penanganan penyakit yang diderita Emilia membutuhkan biaya besar dan waktu yang panjang.

“Saat itu juga kami bersama tim membawa Emilia ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mohammad Zyn untuk menjalani pemeriksaan awal terkait kondisi kesehatannya,” jelasnya.

Pihaknya menambahkan, berhubung dokter bidang anak tidak ada yang sedang mengikuti kegiatan sebagai narasumber , maka Emilia akan dibawa kembali ke Rumah Sakit besok yang akan didampingi tenaga kesehatan.

BACA JUGA :  Keluarga Besar Dinkes Sampang Mengucapkan, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H

Untuk sementara pembiayaan di RSUD Sampang  diupayakan menggunakan Jamkesda, sebab orang tua korban memang punya BPJS mandiri, namun sudah terblokir.

“Kami akan mengupayakan menguruskan BPJS yang dibiayai pemerintah, sebab penyakit ini butuh penanganan yang panjang dan biaya besar,” pungkasnya.

  • Bagikan