close menu

Masuk


Tutup x

Diduga Jadi Sarana Korupsi, Warga Angsanah Minta Proyek TPJ Dihentikan

Penulis: | Editor:

PAMEKASAN, MaduraPost – Proyek Tembok Penahan Jalan (TPJ) yang berlokasi di Dusun Dubaja, Desa Angsanah, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan diduga menjadi sarana memperkaya diri sehingga menimbulkan polemik di masyarakat.

Pantauan media ini dilapangan, kualitas pekerjaan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi, sebab tampak jelas material batu yang digunakan bukanlah batu gunung, melainkan batu kapur, lalu diceplok spesi dari luar.

Tidak hanya itu, takaran adonan diduga jauh dari sepesifikasi dan RAB, sebab tampak jelas hasil pekerjaan sangat mentah dan mudah hancur, lantaran diduga pada takaran semen tidak sepadan dengan adonan pasir. Parahnya pada proyek tersebut menggunakan abu sirtu.

BACA JUGA :  Fauzi-Eva Dilaporkan Kasus Money Politik ke Bawaslu Sumenep

Selain itu, di lokasi proyek tersebut tidak dipasang papan informasi, sehingga masyarakat tidak tahu dari mana sumber dananya, volume, dan besaran anggarannya.

Warga setempat MH (35) mengaku kecewa atas kualitas proyek didekat rumahnya itu, serta menurutnya pemilik proyek tersebut cenderung hanya ingin memperkaya diri tanpa memperdulikan juklak dan juknisnya.

“Jelas kami kecewa mas, pekerjaannya buruk, lihat saja batunya, itu kan hanya batu kapur, harusnya itu menggunakan batu gunung, pokoknya pekerjaan ini ngawur,” ujarnya kepada Wartawan MaduraPost, Senin (09/11/2020).

BACA JUGA :  Kejari Sampang Tingkatkan Kasus Korupsi PKH dan PTSL Desa Bira Barat Ke Penyidikan

MH meminta dengan tegas, agar pengerjaan pada proyek tersebut sebaiknya dihentikan saja.

“Ya kami meminta agar pekerjaan ini lebih baik dihentikan saja, percuma kalau kerjanya seperti itu, buang-buang uang negara saja kan,” pintanya.

Ketua LSM Forum Aspirasi dan Advokasi Masyarakat (FAAM) Pamekasan Solehoddin Sambay menilai, realisasi proyek tersebut hanya menguntungkan pihak kontraktor, sementara melihat kualitas pekerjaan itu diduga tidak sesuai RAB dan spesifikasi.

BACA JUGA :  Proyek Lapen Di Desa Tanjung Diduga Tidak Patuhi RAB

“Yang sangat jelas di sini tidak ada papan informasi, hal ini jelas melabrak aturan sebagaimana tertuang dalam Undang-undang No. 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik,” ujar Sholeh.

Atas temuannya itu, pihaknya akan melaporkan pekerjaan tersebut kepada pihak terkait

“Semua bukti sudah kami kantongi, mulai dari rekaman video, dan dokumen lainnya, tinggal kita buat laporan, setelah itu biar yang berwenang yang menangani,” tegasnya. (Mp/nir/kk)