Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

Demi Memberi Kesadaran Masyarakat Tentang Vaksin, Satgas Sokobanah Gelar Sosialisasi di Pesantren

Avatar
22
×

Demi Memberi Kesadaran Masyarakat Tentang Vaksin, Satgas Sokobanah Gelar Sosialisasi di Pesantren

Sebarkan artikel ini
Tim Medis dan Jajaran Polsek Sokobanah Saat Memberikan Sosialisasi Kepada Santri dan Pelajar di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Langgar Anyar Bira Tengah (Foto : Imron Muslim/MaduraPost).

SAMPANG, MaduraPost – Satuan tugas (Satgas) Covid-19 Kecamatan Sokobanah mengadakan sosialisasi tentang pentingnya vaksin bagi masyarakat dan pelajar yang bertempat di SMA Almukhtar Desa Bira Tengah Kecamatan Sokobanah, Kamis (20/08/2021).

Seperti yang dikatakan oleh Kepala Puskesmas Batu Lenger, Taufik Hidayat. Menurutnya kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman terhadap siswa/pelajar yang berusia 12 hingga 17 tahun tentang vaksinasi agar kekebalan tubuh terjaga dimasa pandemi ini.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Baca Juga :  BPB Minta Legislatif Bentuk Postu, Agar pelayanan Biakesmakin Terakses Mudah

“Kami tidak asal menyuntikkan vaksin kepada masyarakat, sebelum dilakukan vaksinasi terlebih dahulu kami (petugas medis) terlebih dahulu melakukan screaning, karena tidak semua orang bisa divaksin,” ucapnya.

Sementara itu Kapolsek Sokobanah AKP Engkos Sarkosi mengapresiasi kinerja satgas Covid-19 Kecamatan Sokobanah serta mengucapkan rasa terima kasih kepada semua santri dan pelajar yang telah ikut serta dalam sosialisasi tersebut. Menurutnya vaksin tersebut sangat penting bagi perisai tubuh untuk menjaga kekebalan. Dirinya memberikan contoh sebagaimana pengendara motor dengan menggunakan helm yang benar dan pengendara yang tidak menggunakan helm.

Baca Juga :  Forkopimka Pakong Himbau Cakades Ciptakan Pilkades Damai

“Dari pengendara yang menggunakan helm dan tidak bisa kita prediksi apabila kecelakaan mana yang luka parah dan tidak,” ucap Polisi berpangkat Akpol tersebut.

Dirinya juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah mendengarkan isu hoax tentang adanya vaksin yang bisa mematikan.

“Kalau vaksin mematikan, yang terlebih dahulu mati iya kita (Polisi) dan tenaga medis yang sudah divaksin terlebih dahulu,” ucapnya.

Baca Juga :  Begini Layanan Maksimal RSUDMA Sumenep Terhadap Pasien Pengidap Penyakit TBC