SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Daerah

Busyro Karim Gagal Maju di Konfercab PC NU Sumenep

Avatar
×

Busyro Karim Gagal Maju di Konfercab PC NU Sumenep

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, Madurapost.id – KH. A. Busyro Karim gagal maju menjadi Ketua Tanfidziyah PC NU Sumenep, Madura, Jawa timur lantaran terkendala dengan sistem dalam tata tertib Konferensi Cabang (Konfercab).

Meski demikian, dirinya sempat mengantongi suara terbanyak dengan perolehan 135 berhadapan dengan KH. Panji Taufiq yang memperoleh suara 116.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Sebelum masuk dalam tahap pemilihan, tata tertib sidang pleno dibaca oleh perwakilan Pengurus Wilayah (PW) NU Jawa Timur, KH. Ahsanul Haq.

Bunyinya adalah calon Ketua Tanfidziah tidak boleh merangkap dengan jabatan politik seperti Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Wali Kota, Wakil Wali Kota, Menteri, dan Legislatif.

Dengan demikian, KH. A. Busyro Karim tidak bisa melenggang ke pucuk pimpinan organisasi yang didirikan oleh KH. Hasyim Asyari itu. Sebab, saat ini ia masih berstatus sebagai Bupati Sumenep.

Baca Juga :  Doa Busyro Karim Untuk Kemenangan Fattah Jasin – Ali Fikri

”Melihat tata tertib yang telah disepakati. Maka Kiai Busyro Karim dinyatakan gugur demi tata tertib ini walaupun perolehan suaranya mencapai 135 suara,” tegas Ahsanul Haq dalam sidang pleno, Senin (28/9).

“Selanjutnya, yang berhak maju ke tahap berikutnya adalah Kiai Panji Taufiq,” tambahnya.

Mengingat hanya tinggal KH. Panji Taufiq yang memenuhi syarat ambang batas minimal 75 suara, maka pimpinan sidang menetapkan secara aklamasi.

”Saya minta pak Panji untuk menyatakan kesediaan,” pinta Ahsanul.

Sementara itu, Kiai Panji Taufiq menyatakan, sebenarnya dirinya tidak ingin maju kembali sebagai Ketua Tanfidziyah PC NU Sumenep setelah dua kali periode. Ia ingin menyerahkan tongkat kepemimpinan NU pada generasi yang lebih muda.

Baca Juga :  Visi Misi 1 Miliar Untuk Satu Desa dari Bupati Pamekasan, Akhirnya Juga Mendapat Penghargaan

Dia mengaku, terpaksa maju lantaran mencium sesuatu yang tidak biasa dalam Konfercab tahun ini. Hanya saja, ia tidak bisa menyebutkan secara pasti apa alasannya. Ia kemudian mengutarakan, siap berbakti kembali pada NU untuk masa khidmat 2020-2025.

”Sebagai Ketua Tanfidziyah PC NU Sumenep terpilih, kami siap menjalankan AD/ART organisasi, dan tidak akan terlibat dalam jabatan politik praktis baik secara langsung maupun tidak langsung,” tegasnya.

Meski sempat alot, pelaksanaan Konfercab PC NU Sumenep tetap berjalan dengan damai aman dan lancar. Tidak satu pun peserta sidang pleno yang menyatakan keberatan atas putusan pimpinan sidang.

Baca Juga :  Kasus DD Desa Sokobanah Daya Diduga Penuh Rekayasa Penyidik Kejari Sampang

Selain Ketua Tanfidziyah, dalam Konfercab juga memilih Rois Syuriah dengan sistem Ahlul Halli Wal-Aqdi (Ahwa).

Terdata, Ahwa berjumlah 5 orang, yaitu KH. Hafidzi Syarbini, KH. Amiruddin, KH. Taufiqurrahman FM, KH. Munif Zubairi dan KH. Panji Taufiq yang dipilih oleh forum pada rapat pleno berdasarkan suara terbanyak sesuai urutan yang hadir.

Setelah terbentuk, dewan Ahwa ini melakukan rapat internal untuk menunjuk satu orang yang diyakini mampu menjadi Rois Syuriah NU.

”Sesuai hasil keputusan Dewan Ahwa yang dipimpin Kiai Amiruddin, memutuskan KH. Hafidzy Syarbini sebagai Rois Syuriah NU 2020-2025,” ucap Ahsanul Haq. (Mp/al/rus) 

Baca berita lainya di Google News atau gabung grup WhatsApp sekarang juga!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.