Bupati Sumenep Tinjau 5 Desa Rawan Konflik di Pilkades Serentak 2021 

  • Bagikan
PILKADES : Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, saat tinjau langsung beberapa desa yang menggelar Pilkades serentak tahun 2021.

SUMENEP, MaduraPost – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2021 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dimulai hari ini. Kamis, 25 November 2021.

Pesta demokrasi tingkat desa ini tak lepas dari tinjauan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi. Pihaknya ikut serta meninjau langsung pelaksanaan pemungutan suara guna memastikan berjalannya Pilkades di Kotanya itu.

Peninjauan tersebut dilakukan bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumenep baik Bupati beserta jajarannya, Polres, Kodim, dan DPRD setempat.

Bupati Fauzi melakukan peninjauan di 5 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari lima Kecamatan yang berbeda. Diantaranya Desa Jambu Kecamatan Lenteng, Desa Sera Barat Kecamatan Bluto, Desa Juluk Kecamatan Saronggi, Desa Marengan Daya Kecamatan Kota, dan Desa Kertasada Kecamatan Kalianget.

Pada sejumlah media, Bupati Fauzi mengatakan, kesuksesan pelaksanaan Pilkades serentak tahun 2021 di Kabupaten ujung timur Pulau Madura ini merupakan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat.

BACA JUGA :  Al-Ghazali feat Mulan Jamela Meriahkan Kampanye Akbar Prabowo-Sandi di Sidoarjo

“Sementara untuk saat ini informasinya aman terkendali. Tentu itu menjadi harapan semua masyarakat Sumenep. Kami (Pemkab Sumenep, red) sebagai penanggungjawab atas suksesnya Pilkades yang dilaksanakan hari ini,” kata dia, Kamis (25/11).

Menurutnya, pelaksanaan Pilkades tahun ini dapat mengantisipasi adanya kecurangan. Sebab, pelaksanaan tersebut dilakukan secara ketat, ditambah adanya dua saksi dalam satu calon.

“Setiap TPS sudah ada saksinya dua orang. Artinya untuk mencoba melakukan kecurangan itu sulit. Satu calon dua saksi, jadi mereka bisa bergantian. Dalam penghitungan juga dijaga dengan TPS yang terpisah-pisah,” terangnya.

Dia menyebut, untuk keamanan sudah diatur sedemikian rupa guna mengantisipasi adanya hal yang tidak diinginkan.

BACA JUGA :  Tim Pemenangan 02 Kecewa dengan Kinerja Bawaslu Pamekasan

“Antisipasi keamanan sudah diatur sedemikian rupa dengan pak Kapolres,” jelasnya.

Orang nomor satu di lingkup Pemkab Sumenep ini juga menuturkan, meski Pilkades serentak saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19, namun pelaksanaannya tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) secara ketat.

“Kalau Prokes itu sudah lengkap semua persyaratannya,” ucapnya.

Bupati Fauzi berharap, kepada calon maupun pendukung harus tetap menjaga kebersamaan usai pelaksanaan Pilkades serentak tersebut.

“Kepada masyarakat, khususnya para pendukung calon, pada saat Pilkades ini selesai dan ada penentuan pemenangnya, maka seluruh masyarakat harus menjadi satu kembali. Tidak boleh ada provokasi,” ujar politisi PDI-P ini.

Sementara itu, terkait keamanan dalam pelaksanaan Pilkades sendiri, terlebih di daerah kepulauan sudah dilakukan jauh sebelum hari pelaksanaan pemungutan suara.

BACA JUGA :  Keluarga Ra Mamak Pecah, Kiai Hazmi Ungkap Alasannya

“Untuk wilayah kepulauan, personel yang melaksanakan kegiatan pengamanan itu dimulai hari Sabtu. H-5 semuanya sudah bergeser ke kepulauan,” papar Kapolres Sumenep, AKBP Rahman Wijaya.

Rahman mengungkapkan, personel yang dikerahkan untuk mengamankan Pilkades tersebut juga melibatkan BKO, Kodim 0827 hingga Polda.

Total keseluruhan dalam giat pengamanan tersebut mencapai ribuan personel. Diantaranya personel Polres sebanyak 2.361 orang. Kemudian Kodim 0827 sebanyak 380 orang, ditambah Linmas sebanyak 1.322 orang.

“Jadi total pengamanan lebih dari 4 ribu personel yang melaksanakan kegiatan pengamanan,” sebutnya.

Diketahui, pelaksanaan Pilkades serentak tahun 2021 di Sumenep diikuti oleh 84 desa baik kepulauan maupun daratan dari 27 Kecamatan yang ada.

  • Bagikan