Bupati Sumenep Borong Produk UMKM Masyarakat Sapeken

  • Bagikan
KUNKER: Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, saat mendatangi stand olahan jajanan lokal khas masyarakat Pulau Sapeken. (Istimewa)

SUMENEP, MaduraPost – Bupati Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, borong produk olahan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kerajinan Desa Pangerungan Besar Kecamatan atau Pulau Sapeken. Jumat, 31 Desember 2021.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, memborong produk kerajinan UMKM masyarakat setempat saat melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kecamatan atau Pulau Sapeken.

Sebelumnya, Bupati Fauzi sudah meresmikan gedung Puskesmas Pembantu Desa Pangerungan Besar, Selasa (28/12/2021) kemarin.

BACA JUGA :  Berikut Daftar Nama Korban Laka Maut di Jalan Raya Nasional KM-8 Sumenep

Saat berbelanja produk UMKM milik masyarakat Sapeken yang ditampilkan di lingkungan Puskesmas Pembantu Desa Pangerungan Besar, Bupati Fauzi tidak sungkan mencicipi langsung rasa makanan olahan seperti keripik dan lainnya di lokasi.

“Saya membeli produk UMKM semisal makanan olahan ini untuk mengetahui rasanya, dan ternyata produk meraka enak dan layak dipasarkan,” kata Bupati Fauzi, Kamis (30/12/2021) kemarin.

BACA JUGA :  Terjadi Pembacokan di Tanjung Bumi Bangkalan, Diduga Karena Motif Asmara

Dia berharap, setiap ada kegiatan di desa atau kecamatan hendaknya selalu menampilkan produk atau kerajinan unggulan UMKM.

Menurutnya, hal itu sebagai sarana promosi pemasaran agar semakin terkenal, utamanya bagi masyarakat luar.

“Saya ingin setiap acara seperti peresmian atau lainnya ada stand yang menyajikan makanan olahan atau kerajinan UMKM masyarakat, sehingga kegiatan itu juga media memasarkan produk lokal,” kata Bupati Fauzi menerangkan.

BACA JUGA :  Makna Logo Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-752 Tahun 2021

Dia juga mengajak para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat untuk membeli produk UMKM dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat, mengingat setiap desa di Kabupaten Sumenep memiliki potensi yang bernilai tinggi.

Selain itu, para pelaku UKMK diminta untuk memanfaatkan teknologi digital dalam memasarkan dan menjual produk olahannya. Tidak lupa juga mencirikan brand asal daerah dan logonya.

  • Bagikan