Berdayakan Pelajar Mengenal Sejarah Sumenep, Ini yang Dilakukan Disparbudpora

  • Bagikan
KEGIATAN : Para peserta didik saat mengunjungi Taman Sare, Keraton Sumenep. (Istimewa).

SUMENEP, MaduraPost – Demi menanam ilmu pengetahuan tentang sejarah pada peserta didik, Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menjalankan program Kunjungan Pelajar ke Museum.

Giat itu dilakukan untuk memperkenalkan sejarah sejak usia dini. Diketahui, Kabupaten Sumenep memiliki peninggalan sejarah masa lalu yang hingga kini terus bisa dinikmati.

Salah satunya Museum Keraton, yang masih berdiri kokoh bersama lokasi pemandian para putri atau “Taman Sare”. Kunjungan pelajar ke museum itu merupakan bagian dari program publik Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik.

BACA JUGA :  Pake Mobil Sport Sambil Dengerin Musik DJ, Bupati Sampang, H.Slamet Junaidi Dibilang Keren

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disparbudpora Sumenep, Robi Firmansyah mengatakan, kunjungan pelajar ke museum dilakukan selama dua hari, sejak tanggal 8 hingga 9 November 2021, yang melibatkan 200 siswa dan dibagi menjadi dua sesi.

“Karena masih kondisi PPKM. Masing-masing sesi sebanyak 50 siswa-siswi,” ujar Robi, Kamis (11/11).

Sasaran wisata edukasi tersebut adalah siswa-siswi mulai tingkat PAUD/TK hingga Sekolah Dasar (SD). Sementara tujuan kegiatannya dalam rangka memberikan edukasi sekaligus memperkenalkan museum kepada anak-anak sejak usia dini.

“Diharapkan kepada siswa-siswi supaya ingat kepada sejarah masa lalu yang pada akhirnya diharapkan anak-anak muda untuk lebih sering berkunjung dan mencintai museum yang merupakan bagian dari sejarah masa lalu,” jelasnya.

BACA JUGA :  Seorang Pemuda Diduga Tewas Tenggelam, Hingga Kini Jenazah Masih Proses Pencarian

Adapun siswa yang ikut serta dalam kunjungan pelajar ke museum yakni, sesi 1 siswa dari PAUD El-Fath, dan sesi 2 dari SDN Pabian 3 pada Senin, tanggal 8 November 2021 kemarin.

Dilanjutkan, pada hari Selasa, 9 November 2021 sesi 1 dari SDN Pandian 5, dan sesi 2 dari SDN Bangkal 2.

Robi menguraikan, kegiatan ini sangat tepat diberikan kepada siswa mulai usia dini, karena museum dapat membuka jendela dunia yang mampu membuka mata terhadap sejarah kehidupan, melalui pengenalan koleksi museum sekaligus mengetahui perjalanan panjang perjuangan di masa lalu.

BACA JUGA :  Prihatin terhadap Kondisi Komisi Informasi, HMPB Kunjungi Kantornya

“Selain itu, kunjungan pelajar ke museum ini juga diharapkan mampu meningkatkan imajinasi dan rasa ingin tahu anak. Karena siswa PAUD maupun SD bisa mempelajari banyak hal,” urainya.

Para siswa tingkat PAUD maupun SD tidak hanya sekedar berkunjung dan mendengarkan cerita dari para pemandu museum (guide). Namun, mereka juga diajak menelusuri peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di museum Sumenep.

Termasuk mengunjungi Taman Sare yang merupakan peninggalan Potre Koneng atau permaisuri Kerajaan di Sumenep, pada abad ke-18.

  • Bagikan