Begal Payudara Kembali Beraksi, Warga Sumenep Resah

  • Bagikan
SCREENSHOT : Salah satu korban perempuan yang diduga menjadi korban begal payudara menangis di pelukan orang tuanya. (Istimewa) 

SUMENEP, MaduraPost – Begal payudara kembali marak terjadi di Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Begal yang menyasar kaum hawa ini kerap kembali melakukan aksinya pada malam hari.

Hal tersebut diketahui dari beredarnya video yang berdurasi 37 detik di media sosial (Medsos) utamanya grup WhatsApp, baru-baru ini. Dalam video itu, nampak seorang perempuan memakai baju gamis warna merah muda, kerudung hitam dan celana putih di peluk oleh seorang laki-laki. Diduga, korban perempuan tersebut mengalami begal payudara.

Laki-laki tersebut tak lain adalah orang tuanya sendiri. Perempuan muda ini nampak terlihat menangis sesegukan sambil memeluk erat sang ayah. Sementara ibu perempuan yang menjadi korban payudara ini berada di dekatnya dengan kondisi histeris, sebab tak terima anaknya menerima perlakuan tindak asusila tersebut.

BACA JUGA :  Kasus Mobil Sigap Bak Bola Pingpong, Forum NGO Demo Inspektorat Pamekasan

Perekam video bersuara laki-laki ini menyebut, jika begal payudara kembali beraksi di wilayah Kecamatan Manding. Sepanjang jalan raya Manding bagian utara memang kerap terjadi rampok, hingga begal payudara. Informasi ini terkuak usai satu tahun silam pernah terjadi begal payudara di kawasan tersebut dan sempat menghebohkan masyarakat.

Parahnya, tahun ini malah berulah lagi. Para pembegal payudara biasanya kebanyakan tidak merampas barang milik korbannya, melainkan melakukan tindak asusila bagian sensitif perempuan.

BACA JUGA :  Kakek Pembawa Senjata Api untuk Jaga Diri di Pamekasan Ditangkap Polisi

“Hati-hati ada begal payudara lagi,” berikut bunyi suara si perekam video tersebut, Jumat (15/10).

Pelaksana Tugas (Plt) Kapolsek Manding, Ipda Doni Widodo mengaku, belum mendengar informasi tersebut. Pihaknya merasa kaget jika ada begal payudara di daerah yang dipimpinnya itu.

“Saya baru mendengar hal itu, nanti saya cek ke Kanitreskrim,” ucap dia dari bilik telfon saat dikonfirmasi Madurapost melalui sambungan selularnya.

BACA JUGA :  Warga Sumenep Meninggal Dalam Perjalanan Saat Mudik Dari Zona Merah

Menurutnya, hal tersebut jika memang benar adanya akan melakukan patroli masif setiap hari. Utamanya pada malam hari di kawasan rawan perampokan dan begal payudara. Pihaknya juga akan menunggu apabila nantinya ada laporan masyarakat terkait persoalan tersebut.

“Kami akan kirimkan petugas ke kawasan yang rawan begal, dan sejauh ini belum ada laporan dari masyarakat,” tukasnya.

Diketahui, sepanjang Jalan Raya Manding menjadi jalan alternatif menuju destinasi wisata di Utara Kota Sumenep. Yakni diantaranya wisata yang kesohor adalah Pantai Slopeng.

  • Bagikan