Scroll untuk baca artikel
Berita

Bappeda Sumenep Dorong Ketahanan Pangan dan Gizi Berkelanjutan Melalui RAD-PG 2025-2029

Avatar
85
×

Bappeda Sumenep Dorong Ketahanan Pangan dan Gizi Berkelanjutan Melalui RAD-PG 2025-2029

Sebarkan artikel ini
BANGUNAN. Potret Kantor Bappeda Sumenep yang berlokasi di Jalan Trunojoyo Nomor 120, Karangrawa, Bangselok, Kecamatan Kota, tampak dari depan. (M.Hendra.E/MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menekankan pentingnya penguatan ketahanan pangan dan gizi dalam Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG) untuk periode 2025-2029.

Langkah ini menjadi prioritas utama demi mendukung kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto mengungkapkan bahwa RAD-PG merupakan dokumen strategis yang mengintegrasikan kebijakan daerah dengan tujuan pembangunan nasional.

“RAD-PG harus mampu menyinkronkan perencanaan pembangunan di tingkat daerah dengan target nasional, terutama untuk meningkatkan mutu SDM,” ungkap Arif pada wartawan belum lama ini, Senin (27/1).

Baca Juga :  RSUDMA Sumenep Tingkatkan Layanan dengan Fasilitas Canggih di Poli Rehabilitasi Medik

Dalam perencanaannya, RAD-PG tak hanya menitikberatkan pada penguatan ketahanan pangan dan gizi, tetapi juga mendorong partisipasi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat umum, agar solusi yang dihasilkan tepat sasaran.

Salah satu fokus utama RAD-PG adalah memperkuat koordinasi antarinstansi, seperti Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, dan Dinas Ketahanan Pangan. Menurut Arif, kerja sama lintas sektor sangat penting untuk memastikan program berjalan sesuai harapan.

Baca Juga :  Bappeda dan BKPSDM Sumenep Raih Best Booth di Madura Night Vaganza 2025

“Kami yakin sinergi yang baik antara pemerintah dan masyarakat dapat menjadikan RAD-PG sebagai alat efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumenep. Program ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan pangan yang memadai serta pemenuhan kebutuhan gizi,” jelasnya.

Namun, Arif juga mengakui, bahwa pelaksanaan program ini menghadapi berbagai kendala, terutama dalam mempertahankan konvergensi antarinstansi.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi yang lebih intensif untuk mengatasi hambatan tersebut.

“Keberhasilan RAD-PG sangat bergantung pada sinergi berbagai pihak. Kami berharap semua elemen dapat berperan aktif dalam upaya menurunkan angka stunting dan memperbaiki kualitas gizi masyarakat Sumenep,” tambahnya.

Baca Juga :  Sambut HUT ke-2, Aliansi Wartawan Sampang Beri Pengobatan Gratis dan Santuni Anak Yatim

Sebagai langkah awal, Bappeda Sumenep telah melakukan sosialisasi RAD-PG 2025-2029 guna meningkatkan pemahaman dan komitmen masyarakat terhadap program ini.

Sosialisasi tersebut juga bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak-pihak yang peduli terhadap isu ketahanan pangan dan gizi.

“Keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh keterlibatan seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat, dalam menjamin keberlanjutan ketahanan pangan dan gizi di Kabupaten Sumenep,” tukasnya.***