Bakal Calon Kades di Sampang Ditegur karena Pakai Atribut Organisasi

  • Bagikan

SAMPANG, MaduraPost – Beredarnya penundaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kabupaten Sampang membuat sejumlah kalangan menimbulkan tanda tanya.

Tak terkecuali Bakal Calon Kepala Desa Bira Tengah Sokobanah Sampang Abdul Hamid. Dikutip dari link salah satu media Beritabaru.co, Abdul Hamid mempertanyakan isu penundaan Pilkades serentak yang seharusnya dilaksanakan pada tahun ini (2021).

Ia berharap Bupati bisa mengambil langkah tepat dalam menyikapi isu tentang penundaan Pilkades tersebut.

BACA JUGA :  Fauzi - Nyai Eva, Koalisi Nasionalis Religius di Pilkada Sumenep 2020

“Saya yakin Bupati Sampang bijak dalam memutuskannya. Beliau berpengalaman, berani, tegas, dan punya kredibelitas yang tinggi utamanya dimata ulama dan masyarakat,” ucap Abdul Hamid dikutip dari Beritabaru.co.

Akan tetapi beredar dibeberapa pesan Whatsapp, foto yang terpampang di media tersebut mendapat teguran keras dari Pengasuh Pondok Pesantren Karang Durin, KH. Khoiron Zaini. Karena dalam foto tersebut Bakal Calon Kepala Desa (Abdul Hamid.red) menggunakan atribut organisasi yakni seragam baju Anshor.

BACA JUGA :  Sumber Anggaran Tambahan KPU Sumenep Belum Jelas, Dari APBD atau APBN

“Assalamualaikum, Dulhamid ariyah cakancah PC Anshor menyayangkan karena fotonah been ngangguy jas Anshor, minta hapus ye ka redaksinah, (Assalamualaikum Dulhamid, ini teman-teman PC Anshor sangat menyayangkan karena foto kamu pakai Jas Anshor, minta tolong suruh hapus ya ke redaksinya),” begitu kurang lebih isi voice note yang beredar, Jumaat (02/04/2021).

Hingga berita ini dimuat , media ini mencoba mengklarifikasi tentang kebenaran VN (voice note) kepada Gus Khoiron melalui pesan singkat Whatsappnya. Namun belum ada jawaban dari Kiai yang juga merupakan Ketua PC GP Anshor Kabupaten Sampang tersebut.

  • Bagikan