Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga Sumenep

  • Bagikan
GOTONG ROYONG: Warga bersama Babinsa Posramil Talango dan Polsek Talango melaksanakan gotong royong untuk menebang pohon yang roboh. (Kasubbag Humas Polres Sumenep)

SUMENEP, MaduraPost – Akibat dampak hujan deras yang disertai angin kencang musim ini, bencana alam berupa tumbangnya pohon mengenai rumah salah satu warga Desa Talango, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Rabu (24/11/21) kemarin.

Kejadian ini, menimpa rumah Sumantri (42), warga Dusun Masjid, RT 003/RW 001, Dusun Talango, desa setempat. Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti menjelaskan, kronologi peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB, saat terjadi hujan deras disertai angin kencang.

Beruntung, daru kejadian itu tidak ada korban jiwa. Hanya saja, akibat insiden alam itu, rumah warga tertimpa pohon besar yang tumbang. Kondisinya, rumah itu mengalami rusak sedang.

BACA JUGA :  Ditengah Wabah Virus Corona, Achmad Safii, Mantan Bupati Pamekasan Bebas

“Pemilik rumah mengalami kerusakan diantaranya atapnya ambruk, kaca jendela pecah, dan kanopi beton juga ambruk,” ungkap Widiarti dalam rilisnya, Jumat (26/11).

Meskipun tidak ada korban jiwa, Mantan Kapolsek Kota Sumenep itu mengatakan, bahwa rumah korban mengalami kerugian meterial mencapai puluhan juta rupiah.

“Kerugian ditaksir sekitar Rp 25 juta. Kejadian tersebut tidak ada korban jiwa,” jelasnya.

Widiarti lanjut mengungkapkan, pada pukul 14.00 WIB, warga bersama Babinsa Posramil Talango, juga Polsek Talango langsung melaksanakan gotong royong untuk menebang pohon yang roboh dengan cara di-chainsaw (ditebang menggunakan mesin kayu).

BACA JUGA :  Warga Laporkan Dugaan Indikasi Curang Oknum Perangkat Desa ke Polres Bangkalan

“Alhamdulillah, warga setempat bersama aparat keamanan kompak membersihkan ranting pohon yang menimpa rumah milik Sumantri,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Kalianget, Usman Kholid, telah mengimbau warga untuk waspada terhadap fenomena La Nina hingga awal tahun 2022 mendatang.

Pihaknya menyebutkan, bahwa fenomena La Nina disebabkan oleh anomali suhu. Dimana, suhu permukaan laut di samudera Pasifik bagian tengah dan timur lebih dingin dari rata-ratan. Sehingga, akan menyebabkan curah hujan yang sangat tinggi.

BACA JUGA :  Bangunan Diatas Trotoar Disegel, Pemilik Sempat Rendahkan SDM Kasatpol PP Sampang

“Fenomena ini perlu diwaspadai di tahun ini karena berpotensi bencana hidrometeorologi, seperti angin kencang, hujan deras dan sebagainya,” terangnya, Kamis (11/11/2021) lalu.

Sebab itu, Usman mengajak masyarakat Sumenep termasuk operator kapal dan nelayan supaya selalu waspada untuk berhati-hati dengan cuaca ekstrem di lautan maupun di daratan.

“Kami imbau kepada masyarakat Sumenep agar berhati-hati di tengah cuaca ekstrem ini. Ketika hujan deras disertai angin kencang, jangan berteduh dibawah pepohonan,” tandasnya.

  • Bagikan