Akses Jalan dan Jembatan Rusak, Pemerintah Kabupaten Pamekasan Terkesan Tutup Mata

Avatar
Kondisi jalan di Dusun Peninggin Desa Jarin Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan,(Foto: Chandra Wibawa/Kontributor Pamekasan)

PAMEKASAN, (Madurapost.co.id) – Kesejahteraan masyarakat disuatu wilayah tidak terlepas dari bagusnya infrastruktur. Karena infrastruktur yang layak membuat sistem perekonomian semakin lancar

Tapi berbeda dengan yang terjadi di Dusun Peninggin Desa Jarin Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan, Selasa (23/07/2019)

Pantauan Madurapost,akses jembatan dan jalan di jalan arus kabupaten dusun paninggin desa jarin tersebut sudah hampir tidak bisa dijalani oleh kendaraan. Membuat beberapa warga yang melintasi jembatan tersebut mengeluh dan merasa dianak tirikan.

BACA JUGA :  Demo Penutupan Wisata Bukit Bintang Tercederai Adanya Aksi Kekerasan Terhadap Wartawan dan Pembakaran

“ini merupakan akses kami sebagai warga untuk melakukan kegiatan terutama  untuk muat bahan pertanian. Dan dengan ketidakpedulian pemerintah kabupaten pamekasan, maka sedikit menghambat mata pencaharian kami, ” kesal warga.

“mungkin buat pemerintah kabupaten pamekasan akses jembatan maupun jalan itu bukan hal penting. Yang penting buat mereka pemangku jabatan daerah ialah batik mereka terkenal dan wajah mereka tampil di berbagai media. Hanya pencitraan yanv mereka pikirkan,” tambahnya.

Sementara salah satu pegiat dan sekaligus sosial kontrol, Jetem merasa pemerintah sekarang semakin lamban dalam menangani kebutuhan masyarakat terutama dalam hal infrastruktur.

BACA JUGA :  Nizar Zahro, Selamat dan Sukses Pekan Ngaji 5 PP Mambaul Ulum Bata Bata

“kalau dalam pandangan saya sebagai pegiat dan sosial kontrol di masyarakat. Pemerintah akhir – akhir ini terutama kabupaten pamekasan kurang tanggap dalam hal mendengarkan keluhan rakyat. Mereka tidak butuh pencitraan, mereka butuh bukti kerja para pemangku jabatan,” ujarnya.

Sedangkan Kepala Desa Jarin dan juga Zaini Wer – wer tidak lepas memberikan komentar dan saran kepada pemerintah kabupaten Pamekasan.

“kalau andaikan jembatan tersebut boleh dikerjakan dari dana desa, maka jembatan itu sudah lama diperbaiki. Tapi kenyataannya jembatan itu berada di arus kabupaten yang notabenenya pihak kabupatenlah yang memperbaiki demi kelancaran infrastruktur masyarakat,” ujar Kepala Desa Jarin, Muzeki.

BACA JUGA :  Aksi Kemanusiaan Dalam Rangka Memperingati HUT RAPI Pamekasan ke 40

“jawaban saya mengenai permasalahan adanya jembatan yang sudah hampir kurang lebih 10 tahun, saya harap pemangku jabatan pemimpin di kabupaten pamekasan bisa lebih bijaksana dalam pengelolaan anggaran, sehingga hal yang lebih darurat membutuhkan bantuan bisa lebih diutamakan,” saran Zaini wer – wer.

Harapan warga agar pemerintah kabupaten pamekasan tidak pilih kasih terhadap bantuan yang diberikan ke pelosok desa, mana yang penting untuk didahulukan.(mp/can/red)