Akis Jasuli, Anggota DPRD Sumenep Go Internasional

Avatar
LUGAS. Akis Jasuli, saat foto bersama duta-duta besar luar Negeri di pelantikan AAYG periode 2021-2026, di Gedung MPR RI Jakarta. (Istimewa)

SUMENEP, MaduraPost – Salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, bisa dibilang Go Internasional dalam meniti karirnya. Sabtu, 12 Maret 2022.

Dia adalah Akis Jasuli, pria alumnus S2 Universitas Airlangga Surabaya ini resmi dilantik menjadi pengurus Asian African Youth Government (AAYG) periode 2021-2026.

Peresmiannya berlangsung di Gedung MPR RI Jakarta, Jumat (11/3/2022), kemarin. Akis menduduki Deputy II AAYG Countering Terorism (Bidang Deputy II tentang Pecegahan Terorisme).

BACA JUGA :  Kecam RUU HIP, PMII Madura Layangkan Surat Terbuka untuk Presiden Joko Widodo

Akis mengungkapkan, posisinya di kepengurusan AAYG merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan serius.

”Ini bagian dari jalan saya untuk berkontribusi dalam pembangunan dunia, utamanya dalam bidang pencegahan dan pengendalian terhadap terorisme, sesuai bidang yang saya jabat,” kata Alis pada sejumlah media, Sabtu (12/3).

Selama lima tahun kedepan, Akis akan konsen terhadap pencegahan radikalisme, ekstrimisme, serta intoleransi. Dia menerangkan, saat ini yang manjadi problem bukan hanya Indonesia, namun juga dunia Internasional.

BACA JUGA :  Ini Kisaran Uang Pembinaan Bagi Atlet Sumenep Pembawa Medali Emas, Perak Hingga Perunggu

Menurutnya, hal ini sangat berbahaya terhadap keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara, utamanya terhadap terwujudnya kedamaian dunia.

”Detailnya seperti apa, nanti kita akan rumuskan lebih di program kerja AAYG,” kata politisi muda NasDem Sumenep ini.

Diinformasikan, pelantikan Ketua Umum AAYG, Saddam Al Jihad, dan jajarannya dilakukan oleh perwakilan Kementerian Luar Negeri RI, dan dihadiri oleh beberapa duta besar Negara Asia Afrika.

BACA JUGA :  Empat Nama Isi Jabatan Struktural PBJ di Lingkungan Pemkab Bangkalan

Saddam Al Jihad, berkomitmen menjadikan Dasasila Bandung sebagai dasar untuk menguatkan gerakan dan program yang diusung AAYG selama 5 tahun ke depan.

“Termasuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa,” kata Sadam dalam pidatonya.