SUMENEP, MaduraPost – BPRS Bhakti Sumekar menggelar kegiatan talkshow guna memperluas pemahaman publik mengenai layanan keuangan berbasis syariah.
Agenda tersebut menjadi bagian dari ikhtiar perusahaan dalam mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya akses dan pemanfaatan layanan keuangan yang sehat.
Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, H. Hairil Fajar, menyampaikan bahwa forum ini diharapkan mampu membuka cakrawala masyarakat tentang arti strategis inklusi keuangan dalam pembangunan daerah.
“Masyarakat melalui forum ini, semakin menyadari pentingnya inklusi keuangan sebagai bagian dari pembangunan ekonomi berkelanjutan,” kata H. Fajar di sela-sela Talkshow, di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/4).
Ia menegaskan, inklusi keuangan tidak hanya dimaknai sebagai terbukanya akses terhadap layanan perbankan. Lebih dari itu, masyarakat perlu dibekali pengetahuan serta kecakapan agar dapat menggunakan fasilitas keuangan secara tepat, bijak, dan produktif.
“Literasi keuangan menjadi faktor kunci agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna layanan keuangan, tetapi mampu mengelola keuangan secara sehat dan berkelanjutan,” terangnya.
H. Fajar berharap kolaborasi antara lembaga keuangan, pemerintah daerah, dan masyarakat terus diperkuat. Dengan sinergi tersebut, cakupan inklusi keuangan syariah diyakini akan semakin luas dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan warga.
“Kami memandang dengan kebersamaan tentu saja, inklusi keuangan syariah bisa menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung pembangunan ekonomi di Kabupaten Sumenep,” tuturnya.
Dalam kegiatan itu, BPRS Bhakti Sumekar mengangkat tema “Peran Lembaga Penjamin Simpanan dan Otoritas Jasa Keuangan Dalam Melindungi Dana Nasabah”.
Tema tersebut menegaskan pentingnya perlindungan dana masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap industri keuangan syariah.
Sebagai bentuk komitmen, BPRS Bhakti Sumekar terus menghadirkan berbagai program layanan keuangan syariah yang mudah dijangkau, aman, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, terutama pelaku usaha mikro dan kecil.
Lembaga perbankan daerah ini juga menargetkan agar masyarakat bukan sekadar memiliki akses ke layanan keuangan, melainkan mampu menggunakannya secara maksimal untuk meningkatkan kualitas hidup.
“Masyarakat tidak hanya menjadi pengguna layanan keuangan, tetapi juga mampu mengoptimalkan manfaatnya untuk mendukung kegiatan produktif, seperti pengembangan usaha dan pengelolaan keuangan rumah tangga,” pungkasnya.***






