Scroll untuk baca artikel
Berita

Cinta Dua Nasab Pesantren, Pernikahan Ning Alvi & Mas Aik Penuh Khidmat di Bira Timur Sampang

Avatar
×

Cinta Dua Nasab Pesantren, Pernikahan Ning Alvi & Mas Aik Penuh Khidmat di Bira Timur Sampang

Sebarkan artikel ini

SAMPANG, MaduraPost Pernikahan Ning Alviatus Sa’adah (Ning Alvi) dengan Achmad Faiquddanan (Mas Aik) menjadi peristiwa sakral yang menyatukan dua keluarga besar pesantren dalam satu ikatan penuh makna. Acara yang digelar di Desa Bira Timur, Kecamatan Sokobanah ini berlangsung khidmat sekaligus elegan, mencerminkan perpaduan nilai tradisi dan sentuhan modernitas.

Ning Alvi merupakan putri sulung dari Kiai Pathorohman dan Nyai Noer Azizah, pengasuh Pondok Pesantren Miftahurrohman Tuwek Rajeh. Sementara Mas Aik adalah putra dari KH. Mas Noer Hasan Ghazi dan Nyai Faidoh Aschal, keluarga besar Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan—salah satu pesantren yang dikenal kuat menjaga tradisi keilmuan Islam.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Pernikahan ini tidak sekadar mempertemukan dua insan, melainkan juga menjadi simbol pertautan dua nasab pesantren yang memiliki akar nilai, adab, dan keilmuan yang kuat. Kehadiran para masyayikh, tokoh agama, serta alumni dari berbagai daerah semakin menegaskan makna penting dari momentum tersebut.

Prosesi akad nikah berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Dalam suasana religius, ijab kabul terucap lancar, disambut doa-doa yang mengalir dari para tamu undangan. Momen ini menjadi inti dari seluruh rangkaian acara yang sarat nilai spiritual.

Resepsi pernikahan kemudian digelar dengan konsep elegan yang memadukan nuansa modern dan tradisi pesantren. Dekorasi yang tertata rapi menghadirkan kesan mewah namun tetap sederhana, selaras dengan nilai-nilai yang dijunjung kedua keluarga.

Rangkaian acara berlangsung selama dua hari dua malam, menghadirkan susunan kegiatan yang tertib dan berkelas. Mulai dari prosesi keagamaan hingga ramah tamah, seluruhnya berjalan dalam suasana hangat tanpa meninggalkan etika dan kesopanan khas lingkungan pesantren.

Sosok Ning Alvi dikenal sebagai pribadi lembut yang tumbuh dalam lingkungan religius, sementara Mas Aik mencerminkan ketegasan yang berpadu dengan kerendahan hati. Keduanya dinilai sebagai representasi generasi pesantren yang mampu menjaga nilai tradisi sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Pernikahan ini menjadi gambaran bahwa harmoni antara tradisi dan modernitas dapat terwujud secara selaras. Lebih dari sekadar perayaan, momen ini menjadi simbol harapan akan lahirnya generasi penerus yang tetap berpegang pada nilai keilmuan, akhlak, dan pengabdian.