SUMENEP, MaduraPost – Memasuki Tahun Ajaran Baru 2026, suasana optimisme terasa kuat di SMA Islam Pagerungan Besar (SMA IPB), Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Dari ruang-ruang belajar yang berdiri di wilayah kepulauan, tumbuh harapan besar yang dituliskan para siswa dan dipajang rapi di mading sekolah.
Tulisan-tulisan itu menjadi potret mimpi generasi muda kepulauan. Mayoritas siswa mengungkapkan keinginan untuk segera menyelesaikan pendidikan dan mendapatkan pekerjaan, khususnya di PT Kangean Energy Indonesia (KEI), perusahaan energi yang beroperasi di sekitar wilayah mereka.
Beragam cita-cita terpampang jelas. Ada siswa yang bercita-cita menjadi petugas keamanan, sebagian ingin berperan sebagai asisten pimpinan, sementara lainnya membayangkan diri bekerja di lapangan industri dengan seragam biru dan helm kuning, simbol kesiapan memasuki dunia kerja.
Impian tersebut tidak sekadar angan-angan. Ia mencerminkan tekad anak-anak kepulauan untuk berdiri di atas kaki sendiri dan turut ambil bagian dalam pembangunan daerahnya.
Guru SMA IPB, Abd. Rahman menjelaskan, bahwa orientasi pendidikan di sekolah tidak berhenti pada kelulusan semata.
Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab menyiapkan siswa agar mampu menghadapi tantangan dunia kerja sekaligus kehidupan sosial di masyarakat.
“Target kami bukan hanya membuat siswa lulus ujian, tetapi membekali mereka dengan disiplin, akhlak yang baik, dan rasa percaya diri. Anak-anak kepulauan memiliki potensi besar untuk bersaing, dan tugas guru adalah mengarahkan serta mendampingi mereka meraih masa depan,” ujar Abd. Rahman, Rabu (21/1).
Ia menambahkan, pihak sekolah secara konsisten menanamkan nilai kerja keras, tanggung jawab, dan keberanian bermimpi sejak dini. Langkah ini dilakukan agar para siswa memiliki gambaran dan tujuan yang jelas setelah menamatkan pendidikan menengah.
Dalam momentum Tahun Ajaran Baru 2026, SMA Islam Pagerungan Besar berharap dapat terus menjadi ruang tumbuh yang subur bagi generasi muda kepulauan, tempat lahirnya harapan, terbukanya peluang kerja, serta fondasi menuju masa depan yang lebih baik.
“Dari bangku kelas di Pagerungan Besar, muncul harapan-harapan sederhana namun sarat makna. Kelulusan kami maknai sebagai pintu awal menuju kemandirian, pengabdian, dan masa depan yang lebih cerah,” pungkas Rahman.***






