Scroll untuk baca artikel
Daerah

Pesan Bos Bukit Damai Kepada Bos BNI Pamekasan, Hati Hati Dengan Ternak Ibnu Bin Muljam di Sekitar Kita

Avatar
82
×

Pesan Bos Bukit Damai Kepada Bos BNI Pamekasan, Hati Hati Dengan Ternak Ibnu Bin Muljam di Sekitar Kita

Sebarkan artikel ini
BERTEMU. Silaturahmi pimpinan BNI Pamekasan bersama pengembang Perumahan Bukit Damai dalam suasana dialog hangat dan penuh komitmen. (Istimewa for MaduraPost)
BERTEMU. Silaturahmi pimpinan BNI Pamekasan bersama pengembang Perumahan Bukit Damai dalam suasana dialog hangat dan penuh komitmen. (Istimewa for MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Kehadiran Bos BNI Pamekasan, Wahyudi Pangkat S., di kantor Perumahan Bukit Damai pada 14 Januari 2025 sekitar pukul 17.00 WIB, membuat Developer Perumahan Bukit Damai, Nanda Wirya Laksana merasa salut dan hormat.

Hal itu dinilai sebagai bentuk komitmen yang sebelumnya disampaikan Bos BNI Pamekasan kepada wartawan, bahwa ia akan segera menemui pengembang Perumahan Bukit Damai.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Komitmen tersebut terbukti, karena tidak sampai 1×24 jam, Pemimpin BNI Cabang Pamekasan hadir dan bersilaturahmi ke kantor Perumahan Bukit Damai. Kedatangannya pun disambut hangat oleh Pengembang Perumahan Bukit Damai.

Di awal pembicaraan, Wirya membuka mukadimah dengan mengulas sejarah Islam dan tokoh pengkhianat terbesar dalam sejarah Islam, yakni Ibnu Bin Muljam.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Gelar Upacara Bendera Peringati HUT ke-77 Kemerdekaan RI

Wirya menceritakan bahwa Ibnu Bin Muljam merupakan sosok yang ahli akting dan sandiwara, hingga para sahabat Nabi, khususnya Sayyidina Ali bin Abi Thalib R.A., tertipu oleh kepiawaiannya.

“Ibnu Bin Muljam adalah sosok ahli sandiwara, sampai-sampai para sahabat Nabi tertipu, termasuk Sayyidina Ali bin Abi Thalib R.A.,” ujar Wirya, Kamis (15/1) siang.

Ia melanjutkan, saking lihainya Ibnu Bin Muljam dalam bersandiwara, ia bahkan diberi julukan Al Mukri. Namun pada akhirnya, Allah menampakkan kebusukan Ibnu Bin Muljam kepada seluruh umat manusia bahwa ia adalah sosok munafik dan pengkhianat.

Baca Juga :  Bupati Sumenep Resmikan Rumah Produksi Wirausaha Muda

Dengan kisah tersebut, Wirya menyangkutpautkan bahwa oknum-oknum seperti Ibnu Bin Muljam juga bisa ada dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam berorganisasi, termasuk orang-orang yang berada di dalam birokrasi BNI Cabang Pamekasan sendiri.

“Tidak menutup kemungkinan, orang terdekat kita justru menjadi pengkhianat dalam kehidupan kita,” tegasnya.

Bahkan, Wirya menyebutkan bahwa istrinya sendiri juga berpotensi menjadi seorang pengkhianat dalam hidupnya. Padahal, kata dia, suami dan istri telah menjalani hidup bersama selama 24 jam, tidur bersama, susah bersama, senang bersama, serta membesarkan anak bersama-sama.

“Namun tidak menutup kemungkinan istri saya berkhianat. Apalagi orang yang baru kita kenal enam bulan, satu tahun, atau dua tahun,” ujar Wirya.

Baca Juga :  Disdik Kabupaten Bangkalan Mengucapkan Selamat Hari Lahir Pancasila

Oleh karena itu, Wirya memberikan pesan kepada Bapak Wahyudi Pangkat S. agar tetap siaga selama 24 jam terhadap potensi-potensi pengkhianatan.

Menurutnya, dugaan adanya upaya memutarbalikkan fakta juga bisa menjadi bagian dari pengkhianatan yang dapat merusak perjalanan hidup seseorang jika dipercaya sepenuhnya.

“Hal-hal seperti ini bisa merusak perjalanan hidup kita, apabila kita percaya seratus persen terhadap cerita yang disuguhkan,” katanya.

Wirya juga mengingatkan bahwa sejarah telah mencatat, hancurnya sebuah negara, terpecah belahnya agama, hingga terjadinya perang saudara, bukan disebabkan oleh faktor eksternal, melainkan oleh orang-orang dari dalam itu sendiri.***