Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

UNIA Prenduan Angkat Isu Toxic Parenting, Dorong Pendidikan Keluarga Islami di Pamekasan

Avatar
×

UNIA Prenduan Angkat Isu Toxic Parenting, Dorong Pendidikan Keluarga Islami di Pamekasan

Sebarkan artikel ini
Tim 9 peserta Program Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) Universitas Al Amien (UNIA) Prenduan.

PAMEKASAN – Tim 9 peserta Program Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) Universitas Al Amien (UNIA) Prenduan menutup masa pengabdiannya dengan menggelar kajian pendidikan keluarga Islami di Desa Somalang, Kecamatan Pakong, Rabu (1/10/2025).

Acara bertema “Lawan Budaya Toxic Parenting: Menghimpun Keluarga Sakinah Lewat Pendidikan dari Rumah” ini menghadirkan ulama perempuan asal Pamekasan, Ning Karimatul Farihah, S.E., sebagai pemateri utama.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Baca Juga :  Santri dan Alumni Minta Penghina KH.Muddatstsir Baddrudin Divonis Hukuman Maksimal

Dalam paparannya, Ning Karimah menegaskan pentingnya menjadikan rumah tangga sebagai pondasi pendidikan anak.

“Keluarga sakinah lahir dari ketenteraman suami-istri yang saling menghargai, sehingga melahirkan anak-anak berakhlak mulia dan cerdas,” ujarnya.

Ia mengingatkan orang tua agar tidak memaksakan kehendak pada anak di luar batas kemampuannya. Konsep parenting Nabi Muhammad SAW, lanjutnya, membagi tumbuh kembang anak ke dalam tiga tahap: usia 0–7 tahun sebagai masa kasih sayang, 7–14 tahun sebagai fase penanaman karakter dan disiplin, serta 14–21 tahun sebagai tahap kemandirian dan persahabatan.

Baca Juga :  Produktivitas Siswa SDN Rek Kerrek III Meningkat Dengan Program MBG

“Toxic parenting bisa merusak mental anak. Orang tua seharusnya mendukung bakat dan minat mereka, sembari mengenalkan berbagai pengetahuan tanpa membebani,” tegasnya.

Untuk anak berusia di atas 21 tahun, menurutnya, cukup diberikan nasehat halus karena mereka sudah memasuki fase kemandirian.

Kajian ini disambut antusias warga Desa Somalang yang tengah menghadapi tantangan perkembangan teknologi dan maraknya penyalahgunaan media sosial.

Baca Juga :  Penjelasan Agen BPNT Desa Tlagah yang Dianggap Melanggar Pedum

Warga berharap ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam memperkuat pendidikan keluarga sehari-hari. (*)